Peristiwa - Daerah

IGGI Imbau Masyarakat Menahan Diri dan Menjaga Kesucian Ramadhan

IGGI Imbau Masyarakat Menahan Diri dan Menjaga Kesucian Ramadhan Ketua IGGI Gus Fahrur (paling kanan) pada suatu acara di Ponpes An Nur 1 Bululawang (Foto: Gus Fahrur for TIMES Indonesia)
Rabu, 22 Mei 2019 - 18:49

TIMESINDONESIA, MALANG – Aksi demo atau kerusuhan 22 Mei di Jakarta yang menolak hasil Pemilu 2019, dikecam oleh Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI). Menyikapi hal ini, IGGI mengeluarkan delapan pernyataan sikap. Masyarakat harus menahan diri dan menjaga kesucian Ramadhan

Delapan Pernyataan sikap itu antara lain :

1. Mengecam dan meminta segera dihentikan aksi kekerasan  dan kerusuhan yang ditimbulkan dari aksi demo yang mengusik ketenangan beribadah di bukan Ramadhan.
2. Meminta semua pihak agar menahan diri dari tindakan kekerasan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak , dan menyelesaikan tuduhan kecurangan Pilpres melalui mekanisme hukum yg ada.
3. Meminta kepada  para purnawirawan jenderal untuk tetap komitmen menjaga keselamatan NKRI dengan menempuh jalur hukum dalam mencari keadilan, dan bukan mengandalkan pressure massa yang berujung anarkis.
4. Menghimbau masyarakat tidak terprovokasi berita hoax ,  kembali bekerja dan beribadah di bulan ramadhan.
5. Mengajak masyarakat luas tidak turut menyebarkan foto-foto atau video yang memprovokasi perpecahan dan ketegangan.
6. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah masing-masing dan bekerja seperti biasanya.
7. Mengharapkan kepada para tokoh bangsa Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah mendinginkan suasana  dan menenangkan situasi masyarakat.

"Tentunya kami mengecam aksi kekerasan serta kerusuhan yang menodai kesucian bulan Ramadhan kali ini," ujar Ketua IGGI KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) kepada TIMES Indonesia, Rabu (22/5/2019).

Menurutnya, kerusuhan serta aksi massa yang terjadi saat ini merugikan masyarakat luas. "Maka dari itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi," ungkapnya.

Selanjutnya, Gus Fahrur berharap aksi massa serta kerusuhan ini dapat dihentikan secepatnya. Karena yang dirugikan adalah bangsa Indonesia dan masyarakat menjadi resah akibat peristiwa ini.

"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya umat Islam, mari bersama-sama untuk kembali beribadah pada bulan Ramadhan kali ini dengan tujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT," tuturnya.

Selanjutnya Gus Fahrur mengatakan, IGGI mendorong para tokoh di Indonesia untuk mengambil langkah yang mendinginkan masyarakat, dengan tujuan supaya kondisi kembali kondusif dan menjaga kesucian bulan Ramadhan. (*)

Jurnalis : Binar Gumilang
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Loading...
Registration