Minggu, 15 September 2019
Peristiwa - Daerah

Pemkab Ponorogo Peringati Malam Nuzulul Quran

Pemkab Ponorogo Peringati Malam Nuzulul Quran Wakil Bupati Ponorogo dalam Peringatan Nuzulul Quran. (Foto: Marhaban/TIMESIndonesia)
Rabu, 22 Mei 2019 - 18:30

TIMESINDONESIA, PONOROGOPemkab Ponorogo menggelar peringatan Nuzulul Quran di Pendapa Agung, Selasa, (21/5/2019) malam. Peringatan malam Nuzulul Quran tersebut menghadirkan KH Prof Dr Ahmad Mujayyid dari Malang. 

Wakil bupati Ponorogo, Sodjarno yang hadir dalam acara tersebut dalam sambutannya mengatakan, "Hikmah Nuzulul Quran, kita jangan jauh dari Alquran, jadikan Alquran memberi kita syafaat dalam kehidupan kita saat ini maupun yang akan datang," tuturnya.

Soedjarno juga mengatakan, peringatan Nuzulul Quran ini memiliki makna berlipat ganda bagi kita semua. "Selain makna keagamaan, Nuzulul Quran juga memberikan makna kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuhnya.

Sedangkan Ahmad Mujayyid dalam ceramahnya mengatakan, turunnya Alquran ke bumi sebagai pesan bagi manusia untuk menciptakan kebaikan bukan jistru membuat kerusakan.

"Al Quran diturunkan dengan tujuan salah satunya sebagai petunjuk kepada manusia untuk mengetahui yang baik dan buruk," ucapnya.

Pernyataan Ahmad Mujayyid mengutip Firman Allah SWT dalam surat Albaqarah ayat 185 berbunyi, "Bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu pembeda (antara yang hak dan yang batil)".

Prof. Ahmad Mujayyid menyebut Alquran tidak diturunkan tanpa maksud dan tujuan, bahkan, kata dia, Alquran tidak diturunkan dalam ruang kosong dan hampa, melainkan ada suatu kondisi dan situasi tertentu sehingga Alquran diturunkan.

Beberapa ayat dalam Alquran menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Dengan demikian dibutuhkan pemahaman yang mendalam terkait memahami Alquran. "Sehingga penafsiran dan pemahaman Alquran harus juga kontekstual dengan kondisi budaya  dan masyarakat saat ini," sebutnya.

Dia menegaskan, pemahaman yang dinamis sangat dibutuhkan dalam memahami Alquran tidak boleh dengan pemahaman yang statis. Akan tetapi, pemahaman itu tidak harus meninggalkan konteks sejarah Alquran diturunkan.

"oleh karena itu pemahaman terhadap Alquran harus dinamis dan tidk boleh statis tetapi tidak melepaskan sama sekali konteks kesejarahan turunnya Alquran," kata Mujayyid.

Dengan demikian beberapa ayat atau redaksi dalam Alquran bersifat umum, yang dapat memunculkan banyak penafsiran dan pendapat,  "Dengan begitu Alquran berdampak sangat besar terhadap ilmu pengetahuan dan peradaban manusia saat ini," kata Mujayyid mengakhiri ceramahnya.

Peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan Pemkab Ponorogo tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Ponorogo, lurah dan camat se Ponorogo dan tidak kurang 500 kaum muslimin dan mislimat Ponorogo. (*)

Jurnalis : Evita Mukharomah (MG-74)
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Ponorogo

Komentar

Registration