Peristiwa - Daerah

Aksi Demo Tolak Pemilu Memakan Korban, Presiden Jokowi Diminta Tak Berdiam Diri

Aksi Demo Tolak Pemilu Memakan Korban, Presiden Jokowi Diminta Tak Berdiam Diri aksi demo tolak pemilu. (Doc. TIMES Indonesia)
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:31

TIMESINDONESIA, JAKARTAPresiden Jokowi diminta tak hanya berdiam diri melihat aksi demo tolak pemilu yang digelar di sejumlah titik sejak Senin (21/5/2019) siang. Terlebih aksi damai itu berujung ricuh hingga memakan korban jiwa.

"Kepada Presiden RI, agar tidak diam pada situasi seperti ini, berikan kepastian keamanan dan perlindungan HAM pada rakyatnya, jika situasi bentrok terus terjadi, maka sesungguhnya korbannya adalah rakyat, dan presiden harus bertanggungjawab," ujar sejumlah Alumni Lembaga Bantuan Hukum (LBH-YLBHI) dalam pernyataan sikapnya, Rabu (22/5/2019).

Sementara itu, guna menghindari bentrokan massa yang semakin parah, LBH-YLBHI juga meminta agar aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri dapat mengedepankan cara-cara persuasif dan manusiawi.

"Polri diharapkan tidak melakukan tindakan yang represif dan kontra produktif bagi penegakan dan pemenuhan Hak Azasi Manusia," jelas Abdul Fickar Hadjar, salah satu yang ikut menandatangani pernyatan sikap tersebut.

Sebab lanjutnya, jika sampai menimbulkan korban jiwa terhadap masyarakat sipil, artinya aparat telah melakukan tindakan di luar batas dan menyalahi Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengendalian Massa.

Pun dengan massa aksi. Diharapkan untuk dapat menyampaikan aspirasi secara baik dan bertanggungjawab. Kekecewaan atas hasil pemilu kata dia, selayaknya disalurkan sesuai kanal-kanal hukum yang tersedia, sesuai mekanisme yang telah disepakati dalam sistem demokrasi.

"Tindakan kekerasan hanya akan merugikan diri sendiri dan tidak tersalurkannya aspirasi secara benar," ungkapnya.

Tak hanya itu saja, dalam pernyataan sikap LBH-YLBHI yang turut ditandatangi oleh 12 orang anggota lainnya itu, disebutkan juga agar Komnas HAM segera membentuk tim investigasi atas kematian sejumlah korban dalam aksi demo tolak pemilu tersebut. (*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration