Minggu, 15 September 2019
Peristiwa - Nasional

[CEK FAKTA] Tidak Benar Ada Aparat Keamanan dari China Amankan Aksi 22 Mei

[CEK FAKTA] Tidak Benar Ada Aparat Keamanan dari China Amankan Aksi 22 Mei Aksi massa 22 Mei 2019. (FOTO: Edy Junaedi/TIMES Indonesia)
Rabu, 22 Mei 2019 - 16:33

TIMESINDONESIA, JAKARTAKerusuhan 22 Mei pasca Pemilu 2019 diwarnai dengan berbagai kabar yang meresahkan masyarkat. Salah satu hasil temuan tim cek fakta TIMES Indonesia, menemukan adanya kabar di media sosial terkait aparat keamanan, khususnya Korps Brigade Mobil (Brimob), yang sedang berjaga di sejumlah titik di Ibu Kota Jakarta, dikatakan aparat keamanan dari China.

Salah satunya diungkap akun Facebook bernama Ahpg yang menuding bahwa ada aparat dari China yang diterjunkan untuk menjaga aksi. Berikut narasi yang dimuat dalam postingan tersebut:

"Perhatikan! Waspada!! Aparat yang diterjunkan dari CINA !!!Indonesia jangan sampai kembali di JAJAH !Saudaraku sebangsa setanah air, Saatnya Rakyat Indonesia Harus Bangkit, Bergerak dan Berjuang l. AllohuAkbar..AllohuAkbar..AllohuAkbarMERDEKA ATAU MATI !!"

Postingan ini dimuat pada Selasa 22 Mei 2019 pukul 02.50 WIB itu telah mendapat tanda suka (like) 1.500 kali, dibagikan 22.000 kali, dan menuai dua komentar.

Akun Facebook yang sama, Ahgp, juga mengunggah postingan senada pada Selasa 22 Mei 2019 pukul 01.00 WIB.

"TENTARA CINA MENYAMAR MENJADI APARAT?! Silahkan di analisa...Lihat pada bagian mata, kulit dan rambut...Apa kita yakin itu org indonesia?," demikian narasi yang dimuat dalam postingan yang menyertakan foto seorang yang diduga peserta aksi dengan sejumlah anggota Brimob."

Postingan itu mendapat 223 tanda suka (like), dibagikan 782 kali, dan mendapat 12 komentar.

Narasi yang sama juga disampaikan dalam unggahan video yang menggambarkan kerusuhan di Tanah Abang yang diunggah oleh akun Facebook Raihan Sheikh.

"Ini lah video Brimob import sedang menembaki kerumunan masa di petamburan Jak Pus..pakai peluru tajam..viral kan sebelum dihapus untuk bukti umat Islam..," tulis Raihan.

Selanjutnya, di akun Facebook Ahpg (Ganti Presiden Kacung): Perhatikan! Waspada! Aparat yang diterjunkan dari CINA !!! Indonesia jangan sampai kembali di JAJAH ! Saudaraku sebangsa setanah air, saatnya Rakyat Indonesia Harus Bangkit Bergerak dan berjuang ! AllohuAkbar..AllohuAkbar..AllohuAkbar MERDEKA ATAU MATI !!    

Cek-Fakta.jpg

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia, tidak ada ada satupun dari unggahan-unggahan tersebut yang menyertakan bukti kuat terkait kewarganegaraan anggota Brimob atau aparat keamanan yang terpampang dalam foto dan video.

Pihak Polri pun telah membantah adanya pasukan Brimob yang diterjunkan berasal dari luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal, pada  Selasa 22 Mei 2019 yang tertulis dalam berita Antara dengan judul ‘Mabes Polri Bantah Personel Brimob dari China’.

Mabes Polri bantah personel Brimob dari China | ANTARANEWS

Mabes Polri membantah personel Brimob yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan di Bawaslu, KPU dan sejumlah titik di Jakarta adalah personel dari China seperti viral di media sosial.

"Banyak foto-foto yang tersebar di media sosial bahwa anggota Brimob itu berasal dari negeri bermata sipit. Itu tidak ada," tegas M Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Iqbal menegaskan bahwa personel Brimob yang dikerahkan untuk pengamanan rangkaian aksi 22 Mei merupakan murni personel dari negara Indonesia.

Iqbal juga membantah bahwa anggota Brimob juga tidak pernah menyerang masjid seperti foto-foto yang tersebar di media sosial.

KESIMPULAN

Informasi yang beredar terkait ada pasukan Brimob dari China ikut mengamankan aksi 22 Mei 2019 masuk dalam kategori disinformasi. Karena konten tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan. Pembaca mencoba digiring untuk memiliki persepsi tertentu tentang sebuah isu, peristiwa atau foto serta vedio (framing). (*)

Cek Fakta TIMES-Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: redaksi.timesmedia@gmail.com atau redaksi@timesindonesia.co.id.

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration