Minggu, 22 September 2019
Ekonomi

Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Probolinggo Buka Pasar Murah Bersubsidi

Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Probolinggo Buka Pasar Murah Bersubsidi Pasar murah di Kecamatan Kraksaan oleh Disperindag Kabupaten Probolinggo.(FOTO: Diskominfo for TIMES Indonesia)
Selasa, 21 Mei 2019 - 16:00

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOPemkab Probolinggo, Jawa Timur, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), mulai membuka pasar murah bersubsidi di sejumlah titik menjelang Hari Raya Idul Fitrih 1440 H.

Pasar murah digelar dari tanggal 20 hingga 28 Mei 2019 mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga.

Pasar murah bersubsidi ini dilaksanakan di tujuh Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. di Kecamatan Kraksaan, Maron, Krucil, Paiton, Besuk, Pakuniran dan Pajarakan. Komoditi yang ditawarkan dalam Pasar Murah Bersubsidi ini diantara gula 2 kg, beras 5 kg, minyak goreng 2 liter dan tepung terigu 1 kemasan. Masing-masing titik disediakan sebanyak 1.100 kemasan.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten PRobolinggo Deny Kartika Sari mengatakan pasar murah bersubsidi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga selama bulan suci Ramadhan dan menghadapi hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, karena biasanya ada kecenderungan harga-harga bahan kebutuhan pokok naik.

“Melalui kegiatan ini kami berusaha untuk membantu masyarakat dalam meringankan dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok dengan cara subsidi. Kegiatan ini dilaksanakan secara sinergitas dengan melibatkan beberapa OPD dan instansi yang ada di Kabupaten Probolinggo,” katanya Selasa (21/5/2019).

Menurut Deny, dalam pasar subsidi ini pihaknya menyiapkan 1.100 kemasan untuk masing-masing komoditi yang ditawarkan dengan subsidi harga 40%. Supaya tidak diakomodir oleh satu orang maka penerima diberikan kupon dengan prioritas utama adalah masyarakat kurang mampu.

“Dengan adanya pasar murah bersubsidi ini harapannya masyarakat akan terbantu dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok. Tidak menutup kemungkinan bisa memacu mereka untuk mandiri dan tidak mengharapkan subsidi. Karena pemerintah sudah berupaya untuk menurunkan harga,” harapnya.

Untuk bisa berbelanja dalam pasar murah bersubsidi ini, masyarakat sudah diberikan kupon yang diserahkan oleh Kasi Perekonomian Kecamatan. Masyarakat bisa mendapatkan gula 2 kg dengan harga Rp 14.500 dari harga pasar Rp 24.000, beras 5 kg dengan harga Rp 39.000 dari harga pasar Rp 65.000, minyak goreng 2 liter dengan harga Rp 16.500 dari harga pasar  Rp 27.000 dan tepung terigu 1 kemasan dengan harga Rp 5.500 dari harga pasar Rp 9.000.

Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan kegiatan pasar murah bersubsidi yang dilaksanakan oleh Pemkab Probolinggo melalui Disperindag dengan tujuan untuk bisa meringankan kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo, di bulan suci Ramadhan ini. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration