Peristiwa - Daerah

Proyek Bendungan Baing Terbentur Pembebasan Lahan, Ini Kata Camat Wulla Wejelu

Proyek Bendungan Baing Terbentur Pembebasan Lahan, Ini Kata Camat Wulla Wejelu Lokasi proyek pembangunan bendungan Baing, Desa Laipandak, Kecamatan Wulla Wejelu, Kabupaten Sumba Timur, NTT. (FOTO:Habibudin/TIMES Indonesia)
Selasa, 21 Mei 2019 - 11:37

TIMESINDONESIA, SUMBA TIMUR – Proyek pembangunan Bendungan Baing, Kecamatan Wulla Wejelu, Kabupaten Sumba Timur NTT masih terbentur pembebasan lahan warga sekitar lokasi proyek. Namun pemerintah setempat terus melakukan upaya penyelesaian pembangunan itu.

“Kegiatan pembangunan bendungan ini sudah merupakan usulan dari masyarakat Wulla Wejelu dari tahun ke tahun, kalau tidak salah masa mantan Bupati Umbu Haramburu Kapita, tapi bukan itu saja setiap pergantian Bupati tetap diusulkan, namun tahun ini baru terjawab,” kata Camat Wulla Wejelu Daniel Radjah saat dikonfirmasi Selasa (21/5/2019).

pembangunan-bendungan-Baing2.jpg

Menurutnya, terkait proyek bendungan ini masih terbentur dari beberapa warga yang belum melepaskan lahan mereka.

“Bedungan ini sudah dikerjakan pada bulan Maret 2019 lalu, jika dilihat ada beberapa keluarga tertentu saja yang menolak sehingga terbenturnya pekerjaan itu,” ujarnya.

Daniel mengungkapkan, pihak kecamatan sudah mendampingi mendampingi tim dari Provinsi Balai wilayah sungai Nusa Tenggara II dan Kabupaten untuk mensosialisasikan ditingkat masyarakat sudah tiga kali namun ada beberapa marga yang menolak pembangunan bendungan.

“Jadi waktu sosialisasi ada beberapa tokoh yang hadir dan adakan pendekatan berulang-ulang kali merekapun tidak respon atau menolak,” tuturnya.

Daniel menjelaskan, pembangunan bendungan yang memakan biaya sekitar Rp 44 miliar lebih ini dipastikaan bisa bermanfaat untuk petani dan bisa membawa kesejahteraan masyarakat Desa.

“Upaya ini kami sebagai pemerintah tentu akan ada upaya pendekatan kepada warga yang belum menerimanya atau menolak agar kegiatan pembangunan Bendungan Baing dapat terselesaikan,” ucapnya. (*)

Jurnalis : Moh Habibudin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Sumba

Komentar

Loading...
Registration