Selasa, 17 September 2019
Peristiwa - Nasional

BSN Turut Memperingati Hari Metrologi Dunia

BSN Turut Memperingati Hari Metrologi Dunia Pelaksana Tugas Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Mekanika, Radiasi, dan Biologi BSN, Agustinus Praba Drijarkara. (FOTO: Humas BSN for TIMES Indonesia)
Selasa, 21 Mei 2019 - 11:20

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dibutuhkan sistem pengukuran yang diakui secara internasional untuk mendapatkan hasil pengukuran yang dapat diterima oleh semua orang di dunia. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Mekanika, Radiasi, dan Biologi BSN, Agustinus Praba Drijarkara di Jakarta, Selasa (21/5/2019), dalam rangka memperingati Hari Metrologi Dunia.

"Dalam kehidupan sehari-hari, kita melakukan pengukuran untuk berbagai keperluan, mulai dari perdagangan, industri, kesehatan, transportasi, hingga pengembangan sains," kata Agustinus Praba Drijarkara, di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Ia menjelaskan metrologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi dan akurasi di bidang industri, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan metrologi yang berbasis pada satuan ukuran dalam Sistem Internasional Satuan (The International System of Units –SI).

SI merupakan buah dari Konvensi Meter, yaitu kesepakatan antar negara pada 20 Mei 1875 untuk menciptakan suatu sistem pengukuran yang konsisten.

"Untuk memperingati penandatanganan konvensi tersebut, setiap tanggal 20 Mei kemudian dinyatakan sebagai Hari Metrologi Dunia," tuturnya.

Lebihlanjut Agustinus mengatakan sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional (BSN) pun turut memperingati Hari Metrologi Dunia.

“Tahun ini, BSN akan menyelenggarakan Simposium dan Workshop Metrologi dengan tema Harmonisasi Redefinisi Sistem Internasional Satuan Ukuran dan Kurikulum Pendidikan Nasional di Auditorium Gedung BPPT II, pada Selasa, 21 Mei 2019,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, BSN akan menyosialisasikan redefinisi sistem satuan internasional (SI). acara ini pun akan menghadirkan para narasumber dari bidang pendidikan.

Praba menilai, perubahan definisi SI ini merupakan tonggak sejarah menuju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih tinggi dan akan menjadi basis yang kuat untuk pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan serta penerapannya bagi kesejahteraan umat manusia. (*)

Jurnalis : Ivan Iskandaria (MG-69)
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration