Pendidikan

Aliansi Gerakan Mahasiswa Soloraya Ajak Mahasiswa Jadi Lokomotor Pemersatu Bangsa

Aliansi Gerakan Mahasiswa Soloraya Ajak Mahasiswa Jadi Lokomotor Pemersatu Bangsa Ketua BEM Soloraya (tengah), Muhammad Arief Oksya, saat menyampaikan materi kepada ratusan mahasiswa Soloraya (Foto: Moh Aidi/Times Indonesia)
Selasa, 21 Mei 2019 - 00:32

TIMESINDONESIA, SURAKARTA – Aliansi Gerakan Mahasiswa Soloraya menggelar Rapat Umum Mahasiswa Soloraya bertajuk "Meneguhkan Semangat Persatuan Bangsa Demi Merawat Keutuhan Indonesia" di RM Dapur Ndesao Nogoro Mbok Yun, Senin (20/05/2019). Forum tersebut mengajak mahasiswa untuk menjadi lokomotor pemersatu bangsa.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 273 mahasiswa. Para partisipan notabene adalah aktivis organisasi internal dan eksternal dari belasan kampus di Surakarta.

Ketua Aliansi Gerakan Mahasiswa Soloraya, Ismail Safruddin, menjelaskan, Rapat Umum Mahasiswa Soloraya dihelat untuk mengapresiasi sekaligus tindak lanjut dari kegiatan Silaturrahmi BEM Soloraya yang dihelat beberapa hari lalui di Universitas Islam Batik Surakarta (UNIBA).

Aliansi-Gerakan-Mahasiswa-Soloraya.jpg

Pasalnya, kata Ismail, spirit yang dibangun oleh BEM Soloraya pada kegiatan lalu juga menjadi dasar dihelatnya kegiatan ini.

"Tentu ini adalah follow up dari kegiatan teman-teman BEM Soloraya kemarin di UNIBA. Kita lanjutkan dengan skema Rapat Umum Mahasiswa sebagai bentuk representasi serikat suara mahasiswa untuk mengapresiasi kegaitan BEM. Karena, bagi kami, semangat yang dibangun sama, yakni untuk persatuan dan kesatuan Republik Indonesia," kata mahasiswa IAIN ini.

Ismail mengungkapkan, kegiatan Rapat Umum Mahasiswa ini menjadi instrumen untuk mengingat kembali peranan mahasiswa sebagai agen pemersatu bangsa.

Apalagi, lanjut dia, kontestasi Pemilu 2019 menyisakan banyak konflik sosial yang berbahaya. Dengan demikian, mahasiswa harus hadir mengambil peran sebagai lokomotor pemersatu.

"Polarisasi pasca Pemilu masih terus meninggi. Kita sadari itu. Nah, mahasiswa, kan, memiliki peran sebagai penggerak pemersatu bangsa. Itulah alasan ilmiah kegiatan ini kita helat," ujar Ismail.

"Tentu dengan harapan, pemuda dan mahasiswa, khususnya di Soloraya, kembali tergerak harinya untuk menginsipirasi publik dengan cara meredam pertikaian, menghentikan caci maki dan konflik, juga kembali membangun pola kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai," lanjut dia.

Tertib Konsititusi

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Soloraya, Muhammad Arief Oksya merinci, elemen mahasiswa harus menjadi tiang utama tegaknya konstitusi negara. Menurutnya, dasar negara yang berlandaskan pada Pancsila, UUD 1945, dan Kebhinnekaan mesti terus digelorakan dalam setiap tindakan. Semua itu, kata dia, untuk meneguhkan prinsip persatuan dan kedamaian.

"Mahasiswa harus berdiri di garda terdepan untuk mempertahankan dasar dan pilar negara. Karena itu, setiap agenda yang tidak sesuai dengan konstitusi, tetantu harus kita kritik, harus kita ingatkan. Mahasiswa menjadi corong dari bentuk pemerintahan kita sebagai negara hukum," kata dia.

Oksya lalu menyinggung upaya pelemahan marwah penyelenggara pemilu. Dia menyebutkan, usaha delegitimasi KPU dan Bawaslu oleh sebagian pihak adalah praktik yang konstitusional. Mestinya, kata dia, setiap warga negara mesti menjaga marwah bangsa.

"Delegitimasi KPU adalah konstitusional, harus kita kritik, kita ingatkan," pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan Rapat Umum Mahasiswa Soloraya yang diselenggarakan oleh Aliansi Gerakan Mahasiswa Soloraya, Ketua Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Surakarta, Indradi, AP., S.H., MM, dalam kesempatan itu ia menyampaikan keynote speaker sekaligus membuka rangkaian program.(*)

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

Komentar

Loading...
Registration