Senin, 16 September 2019
Politik

PDI Perjuangan: Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf akan Bumikan Semangat Kebangkitan Nasional

PDI Perjuangan: Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf akan Bumikan Semangat Kebangkitan Nasional Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di kantor DPP, Jakarta. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)
Senin, 20 Mei 2019 - 20:57

TIMESINDONESIA, JAKARTAPDI Perjuangan menegaskan, pasangan duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin kembali dipercaya rakyat memimpin pemerintahan untuk periode 2019-2024 akan mengambil spirit kebangkitan nasional yang merupakan awal dari pergerakan Indonesia menuju kemerdekaan.

Hal itu disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat membuka Mimbar Kebangsaan dalam rangka Kebangkitan Nasional bertema "Bung Karno, Kebangkitan Nasional, dan Merawat Semangat Kebangsaan". Acara dilaksanakan di kantor pusat partai di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019). 

Menurut Hasto, peringatan Hari Kebangkitan Nasional, adalah peringatan atas upaya para pendahulu bangsa dalam membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia untuk melawan penjajahan.

"Ini awalnya dipelopori orang pintar saat itu, membangkitkan semangat bahwa kita satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air, dalam persaudaraan nasional," ucap Hasto.

Lanjut Hasto, semanagat ini yang terus menjadi landasan perjuangan hingga memerdekakan Indonesia lewat Proklamasi tahun 1945. 

"Cita-cita bangsa Indonesia terus kita perkuat untuk dibumikan dalam kepemimpinan Jokowi-KH Ma'ruf Amin pada 5 tahun ke depan. Kita yakini spirit pemerintahan Jokowi-Ma'ruf diambil dari spirit kebangkitan nasional, hingga kemerdekaan RI 17 Agustus," beber dia.

Kini, semangat kebangkitan nasional itu menjadi kontekstual dalam menunjukkan bagaimana panjangnya sejarah perjuangan kemerdekaan, di tengah situasi jelang pengumuman hasil pemilu 2019 pada 22 Mei. Bahwa ketika rakyat sudah bersatu dan mendukung maka takkan ada yang bisa menghadang.

Hasto mengatakan PDIP memastikan, dengan dukungan rakyat, maka puncak rekapitulasi KPU pada 22 Mei akan berjalan dengan aman.

"Persoalan ada yang menghasut rakyat, itu dinamika politik sebagaimana pilkada ketika ada pendukung yang berusaha memancing emosi hanya karena kalah," ujarnya.

"Tak perlu takut pada 22 Mei. Justru mereka yang tak percaya hukum dan demokrasi, mereka yang harus berpikir ulang. Karena bukan hanya politik hukum negara yang akan mereka hadapi, tapi juga kekuatan rakyat itu sendiri yang sudah memberi sikap lewat pencoblosan pemilu 2019," tandas Hasto, Sekjen PDI Perjuangan. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration