Minggu, 15 September 2019
Ketahanan Informasi

Dandim 0818 Malang-Batu Pimpin Upacara Kebangkitan Nasional

Dandim 0818 Malang-Batu Pimpin Upacara Kebangkitan Nasional Dandim 0818 memimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 111 di Makodim 0818. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Senin, 20 Mei 2019 - 13:22

TIMESINDONESIA, MALANGKodim 0818/ Wilayah Kab. Malang-Batu melaksanakan upacara bendera Senin sekaligus peringatan hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 tahun 2019, Senin (20/5/2019).

Harkitnas tahun ini mengangkat tema “Bangkit untuk Bersatu”, dimaknai dengan upaya-upaya sikap kebangsaan dan berwawasan Nusantara bagi setiap masyarakat Indonesia. Untuk mengembangkan diri dan memanfaatkan setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

Tujuan peringatan 111 tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2019 adalah untuk memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan. Hal itu sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upacara diikuti oleh seluruh anggota Kodim 0818 Malang dengan penyelenggara upacara dari Koramil 0818/ 23 Jabung, Dan Up Danramil 0818/ 03 Kasembon Kapten Arm Murdiono dan korsik gabungan Koramil Jajaran Kodim 0818.

Bertindak sebagai inspektur upacara Komandan Kodim 0818/ Wil. Kab. Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad S.I.P. Ia membacakan amanat upacara dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo-RI) Rudiantara.

Kodim-0818-b.jpgUpacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Makodim 0818 digelar sederhana dan Khidmad. (FOTO: AJP/TIMESIndonesia)

Dalam amanatnya Menkominfo menyatakan bahwa ”Sumpah Palapa yang merupakan embrio paling kuat bagi janin Persatuan Indonesia di Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Maha Patih Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para Pahlawan Nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut.”

Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.

Lanjut lagi, Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini.

Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita. Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema ” Bangkit Untuk Bersatu “. Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia, ungkap Dandim ketika membacakan amanat.

Kodim-0818-c.jpgUpacara bandera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111 di Makodim 0818. (FOTO: AJP/TIMESIndonesia)

Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong. Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong.

Menurut Bung Karno: ” Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”

Mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimalkan mungkin memfasiltiasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang, ungkap Dandim 0818 Letkol Inf Ferry Muzawwad S.I.P.

Akhir kata, saya haturkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang keseratus sebelas, seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global. (*)

Jurnalis : Yeremia (CR-084)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration