Senin, 16 September 2019
Peristiwa - Daerah

Disnaker Kabupaten Malang Beri Pelatihan Membatik Bagi Penyandang Disabilitas

Disnaker Kabupaten Malang Beri Pelatihan Membatik Bagi Penyandang Disabilitas Para penyandang Disabilitas saat mengikuti pelatihan membatik yang diadakan Disnaker Kabupaten Malang. (Foto : Binar Gumilang / TIMES Indonesia)
Senin, 20 Mei 2019 - 15:58

TIMESINDONESIA, MALANG – Sebanyak 17 orang penyandang disabilitas dari LPK Ganesha mendapat pelatihan membatik dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker Kabupaten Malang), Senin (20/5/2019).

Pelatihan yang dilaksakan di Kepanjen ini merupakan bentuk kepedulian Disnaker Kabupaten Malang untuk memberikan ketrampilan bagi para penyandang disabilitas

"Kami memberikan pelatihan membatik kepada 50 orang dari LPK Ganesha, yang 17 diantaranya merupakan penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara," ujar Kabid Pelatihan dan Produksi Disnaker Kabupaten Malang M. Yekti Pracoyo kepada TIMES Indonesia.

Dia menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya memberikan ketrampilan membatik. Melainkan juga menciptakan peluang usaha bagi para peserta pelatihan, khususnya bagi penyandang disabilitas.

"Nantinya setelah pelatihan ini ada dua perusahaan yang siap memberikan kesempatan memasarkan produk batik yang dibuat oleh para peserta," tuturnya.

Di samping itu, pihaknya juga menggandeng Bank Jatim dalam menggelar pelatihan membantik ini. "Bank Jatim memberikan wawasan bagaimana cara mendapatkan akses permodalan usaha mandiri," ungkapnya.

Menurutnya, setelah para peserta mendapatkan akses permodalan, maka dapat mengembangkan usahanya.

Dalam hal ini, para peserta tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan permodalan, karena dibantu Bank Jatim

"Selain itu, mereka juga tidak perlu takut dengan pemasarannya. Karena sudah ada perusahaan yang siap membantu pemasarannya," tuturnya.

Selanjutnya dia berharap melalui pelatihan membatik yang diberikan oleh Disnaker Kabupaten Malang ini nantinya dapat memberikan manfaat kepada para peserta khususnya bagi penyandang disabilitas.

"Bisa saja nanti ada pelaku usaha batik yang sukses, justru berasal dari penyandang disabilitas," kata Kabid Pelatihan dan Produksi Disnaker Kabupaten Malang M. Yekti Pracoyo. (*)

Jurnalis : Binar Gumilang
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration