Senin, 16 September 2019
Peristiwa - Daerah

Diduga Ikuti Aksi 22 Mei, Rombongan Akui Hanya Jalankan Perintah

Diduga Ikuti Aksi 22 Mei, Rombongan Akui Hanya Jalankan Perintah Proses pengamanan Kepolisian Banyuwangi di ASDP Ketapang. (FOTO: Agung Sedana/TIMES Indonesia)
Senin, 20 Mei 2019 - 09:02

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Puluhan orang asal Sumba Barat, NTT yang diamankan Polres Banyuwangi di Pelabuhan Ketapang memang mengaku akan pergi ke Jakarta.

Namun 26 orang ini tidak mengakui akan mengikuti aksi people power 22 Mei 2019 mendatang. Mereka mengaku hanya mengikuti perintah bos untuk pergi ke Jakarta.

"Ada yang tidak tahu kemana alamat tujuannya, mereka juga mengaku hanya mengikuti perintah bos untuk ke Jakarta. Akomodasi pun sudah ditanggung pengkoordinir," kata Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Senin (20/5/2019).

Kapolres Banyuwangi, kepada TIMES Indonesia menceritakan, saat diperiksa di atas bis, mereka ada yang mengaku sebagai anak buah kapal (ABK) yang akan berangkat ke Jakarta.

Anehnya, mereka mengatakan kapal yang mereka awaki tersebut berada di Bali dan tidak ada satupun dari mereka yang memiliki Buku Pelaut.

"Kita pertegas lagi, tujuan sebenarnya ke Jakarta untuk apa, mau kemana. Mereka tetap tidak bisa memberikan kejelasan jawaban. Karena kelompok ini terorganisir, maka itu untuk memperjelas tujuannya, akan dibawa ke Mapolres Banyuwangi," ucapnya.

Saat ini, 26 orang yang mencurigakan ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Banyuwangi. Polisi juga mengamankan bis yang membawa mereka dari Denpasar Bali menuju Jakarta. 

Sweeping ini dilakukan untuk mengantisipasi penyelundupan bahan peledak, senjata tajam dan miras tradisional sejenis arak. Kegiatan ini juga sebagai penghalau masyarakat yang akan mengikuti aksi 22 Mei yang bakal di gelar di depan KPU, Jakarta.

Setelah mengamankan rombongan penumpang bis di pelabuhan Ketapang yang berisikan 26 orang asal NTT yang dicurigai akan mengikuti aksi people power pada tanggal 22 Mei nanti, Kepolisian Banyuwangi juga akan menyisir di Stasiun Kereta Api. (*)

Jurnalis : Agung Sedana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration