Senin, 16 September 2019
Ketahanan Informasi

Lazismu Kolaborasi dengan Komunitas Main Ke Museum Datangi Rumah Belajar Kebon Bayam

Lazismu Kolaborasi dengan Komunitas Main Ke Museum Datangi Rumah Belajar Kebon Bayam Suasana Komunitas Main Ke Museum ketika main game dengan siswa Rumah Belajar Kebon Bayam. (FOTO: Nazhori Author/TIMES Indonesia)
Minggu, 19 Mei 2019 - 19:34

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kawasan pemukiman padat di bilangan Papanggo yang bersebelahan di Jalan Raya RE. Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara kedatangan kelompok anak-anak muda, Sabtu (18/5/2019). Kedatangan mereka bersama Francisca Ratri dari Komunitas Main Ke Museum.

Ya, kehadiran komunitas Main Ke Museum tidak sendiri di lokasi padat penduduk itu yang berdekatan dengan taman BMW. Franciska bersama kawan-kawannya dari Karawang dan Semarang berkolaborasi dengan Lazismu menyemarakkan program Ramadhan Mencerahkan bersama anak-anak Rumah Belajar Kebon Bayam.

Iklan-Times1440.gif

Terlihat, anak-anak sumringah menyambut di Rumah Belajar Kebon Bayam yang diasuh Paul. Nah, di aula yang sederhana milik warga RT 10 RW 08 itulah menjadi tempat mereka semua berkumpul untuk belajar sambil bermain hingga jelang buka puasa bersama-sama.

Kaka Feri memandu anak-anak untuk berkreasi menggunakan Clay yang terbuat dari tepung Maezena membentuk karakter sesuai yang diinginkan. Seperti, bentuk cabai, pisang, dan bentuk lainnya.

Selepas bermain karakter bentuk dengan Clay, Kakak Cahyo menambah suasana semakin gembira. Puluhan angklung menemani anak-anak Rumah Belajar Kebon Bayam untuk belajar bermain nada. Kakak Cahyo dengan sabar dan gembira membawakan lagu bersama dengan angklung diikuti lantunan anak-anak bernyanyi lagu Tayo dan lagu anak-anak.

Pengasuh Rumah Belajar Kebon Bayam, Paul turut bahagia. Anak-anak asuhnya yang mayoritas dari kalangan keluarga duafa terhibur hingga jelang buka puasa.

“Saya selaku pengasuh mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan komunitas Main Ke Museum atas bantuannya memberikan doorprize, paket Al Quran dan kaos serta takjil untuk buka puasa bersama,” kata Paul.

Franciska dari Komunitas Main Ke Museum mengatakan, kegiatan ini sudah tahun ketiga yang digelar oleh komunitasnya. Franciska bersama teman-temannya mengaku bahagia. Sebab, siswa Rumah Belajar Kebon Bayam terlihat gembira menikmati suasana ramadhan.

“Kali ini bersama Lazismu untuk kolaborasi memberikan yang terbaik untuk anak-anak yang terpinggirkan di Jakarta,” kata Franciska.

Nazhori Author selaku PR Manager Lazismu mengatakan, pihaknya berterima kasih dengan Komunitas Main Ke Museum. Lazismu ingin Ramadhan kali ini mencerahkan bagi siapa saja.

“Mencerahkan untuk mereka-mereka yang terlibat untuk berbagi terhadap sesama,” kata Nazhori Author.

Lokasi ini tepat sasaran untuk para penerima manfaat program Ramadhan Lazismu. Meski berada di Utara Jakarta, lanjut Author, kondisinya begitu memperihatinkan. Apalagi, dekat dari lintasan kereta api, dengan kondisi rumah yang padat dan saling berdekatan. Karena itu, siswa Rumah Belajar Kebon Bayam harus bergembira.

“Meski impitan ekonomi begitu kuat dirasakan, semangat belajar adik-adik di sini begitu kuat untuk maju,” papar Nazhori Author, selaku PR Manager Lazismu. (*)

Jurnalis : Nazhori Author (CR-136)
Editor : AJP-12 Editor Team
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration