Selasa, 17 September 2019
Peristiwa - Daerah

NU, TNI-Polri, dan Pemerintah di Bondowoso Sepakat Tolak People Power

NU, TNI-Polri, dan Pemerintah di Bondowoso Sepakat Tolak People Power Bupati Salwa Arifin saat memberikan sambutan di kantor PCNU Kabupaten Bondowoso, bersama TNI-Polri, Ketua DPRD dan seluruh pengurus PCNU (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Minggu, 19 Mei 2019 - 21:13

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), TNI-Polri, dan Pemkab Bondowoso, sepakat untuk menolak aksi people power yang rencananya akan digelar di Jakarta pada 22 Mei 2019.

Dari pihak pemerintahan dihadiri langsung oleh Bupati Salwa Arifin. Dari aparat, hadir Kapolres AKBP Ferbriansyah dan Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji, Rais Syuriah PCNU KH Asy’asri Pasha serta seluruh pengurus, Ketua DPRD H Tohari S.Ag, serta seluruh MWCNU.

Bondowose-People-Power-2.jpg

Para pimpinan tokoh agama dan pemerintahan tersebut, berkumpul di kantor PCNU, Minggu (19/5/2019) untuk merapatkan barisan.

Dalam sambutannya, Bupati Salwa Arifin menegaskan bahwa pihak-pihak yang mencoba melakukan aksi memecah belah bangsa maka akan berhadapan dengan NU.

Menurutnya, organisasi apapun yang berhadapan dengan NU maka akan tumbang dengan sendirinya.

“Organisasi apapun yang berhadapan dengan NU, akan tumbang. Terakhir, yang agak ramai, HTI berhadapan dengan NU. Maka mereka yang tumbang,” terang bupati yang juga tokoh NU tersebut.

Meski demikian, kata dia, NU lebih memilih langkah-langkah antisipasi dengan mengeluarkan surat edaran agar warga NU tak terprovokasi.

“Mari ke depan, sebagai warga NU, kita harus menjaga tali persaudaraan. Menjaga keutuhan NKRI,” harapnya.

Makanya, jelas dia, ada semboyan “NKRI Harga Mati”. Di Muktamar ke-39, NU sudah memutuskan bahwa Indonesia adalah negara damai.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Ferbriansyah memberikan apresiasi terhadap langkah NU untuk berkomitmen jaga kondusifitas.

“NU adalah organisasi yang besar dan hebat. NU merupakan satu organisasi yang betul-betul pro NKRI. Sejak saya lahir, belum saya mendengar NU melakukan hal-hal negatif, semuanya positif,” katanya.

Maka untuk itu, pihaknya mengimbau, agar masyarakat tidak ikut-ikutan kegiatan yang tidak sesuai undang-undang. Seperti yang ramai saat ini, yakni adalah isu people power.

“Maka kita harus mampu mencegah teman-teman kita yang tidak tahu, agar tidak terhasut dengan isu people power ini. Ini yang tidak kita inginkan,” imbaunya.

Beberapa hari sebelum melakukan pertemuan dengan aparat TNI-Polri dan pemerintah setempat, PCNU Kabupaten Bondowoso juga sudah membuat surat imbauan agar masyarakat tidak ikut-ikutan people power. (*)

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Registration