Ketahanan Informasi

Kisah Perjuangan Alumni Unisma Malang Menjadi Pengusaha Konstruksi

Kisah Perjuangan Alumni Unisma Malang Menjadi Pengusaha Konstruksi Kebahagiaan bersama keluarga. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Minggu, 19 Mei 2019 - 06:55

TIMESINDONESIA, MALANG – Mochamad Cholik, S.HI., pria tanggung ini punya segudang pengalaman saat akan membuka usaha. Pepatah Jawa bilang, “rasa suka bisa muncul karena terbiasa”. Nampaknya hal ini bisa menjelaskan kesukaan alumni Unisma Malang ini terhadap dunia bisnis yang telah mengantarkannya menjadi pengusaha sukses.

Berbagai suka-duka jatuh bangun pernah ia alami dalam memulai dan membesarkan usahanya. Namun, tak ada kamus menyerah dalam diri pemuda asli Pakis-Malang ini. Cholik mengaku banyak belajar dari pengalaman dan terus berupaya fokus menjalankan bisnis.

Kisahnya dimulai ketika Cholik menjajakan koran dari bus ke bus jurusan Malang-Surabara seusai pulang sekolah, koran terbitan surabaya itu telah berjasa mengantarkannya lulus SD sampai MTs.

“Profesi jualan koran saya lakoni sejak kelas 5 SD sampai lulus MTs...Malu!!!!..pastinya, karena demi keinginan bayar SPP SD yg kala itu 1200 rupiah , semua saya lakukan demi membantu orang tua saya yang sakit,” tutur Cholik.

Alumni-Unisma-Malang2.jpg

Setelah tamat MTs Choliq kecil melanjutkan pendidikannya di MA dan Pesantren di kawasan Singosari-Malang, walau nyantri Cholik masih menyempatkan bekerja menggarap sawah dan jaga wartel. “Oh iya, selama di pesantren saya nabung dan bisa beli motor yang kemudian saya jual buat biaya masuk kuliah,” tegasnya.

Unisma adalah tempat berlabuh untuk mematangkan pola pikir dan jiwa entrepreneurnya. Mochamad Cholik yang tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2001 Fakultas Agama Islam Jurusan Ahwal Syakshiyyah dan berhasil menyelesaikan kuliahnya pada tahun 2006. Semasa kuliah beliau aktif diberbagai organisasi kemahasiswan, juga tercatat sebagai pengurus Rayon, Komisariat dan Pengurus Cabang PMII Kota Malang.

Lika-liku perjalanan hidupnya mulai berubah, sejak semester 5 mencoba keberuntungan melawar kerja disebuah perusahaan, meski cuma sebagai karyawan biasa. Dua tahun setelah lulus kuliah Cholik mengakhiri masa lajangnya dan harus pindah ke Pasuruan, dan mulai usaha barunya sebagai peternak. “Saya mulai usaha baru sebagai peternak bebek dan gagal, usaha lagi ternak ayam gagal juga,” ungkapnya.

Kehidupan memang harus berputar, tepat pada tahun 2009 mertua Cholik pensiun dari perusahaannya dan memintanya untuk bergabung meskipun hanya sebagai karyawan biasa, namun karena prestasi yang gemilang mengantarkannya menduduki jabatan personalia hingga tahun 2016.

Memang usaha tidak pernah mengkhianati hasil, dengan modal semangat dan pantang menyerah dan ditunjang dengan segudang pengalamannya, pada tahun 2016, Mochamad Cholik, S.HI. yang juga penghobi sepak bola ini memulai membuka perusahannya sendiri.

Alumni-Unisma-Malang3.jpg

Dengan bendera CV. Dempok Jaya Construction yang bergerak dibidang penyedia bahan bangunan tersebut, telah merubah garis hidupnya.

Walau sudah dibilang sukses pria paruh baya ini tidaklah berpuas diri, pantas saja ketika ditanya aktifitas kesehariaanya selain sebagai Direktur di CV miliknya, ia juga tercatat sebagai guru di Madrasah Diniyah dan TPQ lo, bahkan meminpin beberapa majelis shalawat. Sesuai dengan disiplin ilmunya, seorang sarjana Agama Islam.

“Terdapat begitu banyak peluang usaha yang bisa dilakukan bahkan ketika masih menjadi mahasiswa asal punya ketelatenan, kerja keras, mandiri. Jatuh dalam sebuah usaha itu wajar krn justru itu yg bisa membuat kita lebih dewasa berfikir bersikap dan mengambil tindakan,” ungkap Cholik saat diminta memberi pesan kepada mahasiswa-mahasiswi Unisma.

Tak lupa juga memberikan harapannya kepada Unisma Malang yang menurutnya adalah kampus luar biasa seolah menjadi kampus yang Ya'lu Wa La Yu'la Alaih saking bagusnya. “Kedepan saya berharap Unisma menjadi kampus yang mencetak sarjana mandiri, sarjana yang mampu berbuat banyak dibelantika bisnis tanah air," harapnya. (*)

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Registration