Kopi TIMES

Produsen Produk Kemasan Harus Ikut Bertanggung Jawab Atasi Sampah Plastik

Produsen Produk Kemasan Harus Ikut Bertanggung Jawab Atasi Sampah Plastik Nelayan pantai cemara Banyuwangi mengais ikan diantara tumpukan sampah yang tersangkung jaring mereka. (foto: Wiyanto Haditanojo)
Jum'at, 17 Mei 2019 - 21:20

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Maksud hati menjaring ikan tetapi malah mendapat sampah plastik.

Itulah yang dialami oleh nelayan Pantai Cemara Banyuwangi, Jawa Timur. Saat mencari ikan di perairan yang berhadapan dengan selat bali ini.

Jaring mereka lebih banyak menangkap tumpukan sampah ketimbang ikan. Mereka harus mengais tumpukan sampah untuk menemukan ikan.

Kondisi ini mungkin juga dialami nelayan-nelayan di belahan bumi lainnya. Sunggguh miris melihat pemandangan ini. 

Sama mirisnya ketika mengetahui bahwa Indonesia telah didapuk menjadi negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. 

Sampah-Pantai-3.jpg

Bukan hanya karena perilaku warganya yang sering membuang sampah sembarangan, namun juga karena produsen produk kemasan tidak bertanggung jawab dengan sampah dari produk mereka.

Untuk mengatasai masalah ini, seharusnya pemerintah bisa menetapkan peraturan yang mengikat agar para produsen produk kemasan menerima kembali produknya dari masyarakat untuk didaur ulang.

Untuk itu, mari bersama-sama kita dukung upaya pengurangan sampah dengan metode sederhana yaitu; Produsen menerima kembali 10 kemasan bungkus/botol bekas dan menukarnya dengan satu bungkus/botol produk makanan/minuman baru. 

Dengan syarat bahwa sampah yang diserahkan kembali itu masih dalam kondisi yang bersih agar memudahkan proses daur ulangnya. Dengan demikian maka masyarakat akan dengan senang hati ikut serta menjaga lingkungan karena mereka merasa diuntungkan juga.

Produsen harus mengikuti peraturan untuk bertanggung jawab dengan sampah plastik yang mereka hasilkan dan pemerintah yang berperan untuk mewujudkannya.

Alam semesta ini adalah titipan untuk anak cucu kita, maka mulai sekarang mari kita terus menjaga kelestariannya. (*)

 

*) Wiyanto Haditanojo, pendiri Banyuwangi Sea Turtle Foundation.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration