Selasa, 17 September 2019
Kesehatan

Cegah Hipertensi Dengan Perilaku CERDIK

Cegah Hipertensi Dengan Perilaku CERDIK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, MKes saat konferensi pers Hari Hipertensi Dunia di Kemenkes RI Jakarta. (Foto: Ivan Iskandaria/TIMES Indonesia)
Jum'at, 17 Mei 2019 - 15:16

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beban Hipertensi di dunia pada tahun 2016 lebih dari 1 miliar kasus Hipertensi dan diprediksi ada 1,5 miliar kasus Hipertensi pada tahun 2025. Serta kematian akibat Hipertensi mencapai 10,44 juta. Sedangkan di Indonesia jumlah kasus Hipertensi mencapai 63.309.620, kematian akibat Hipertensi mencapai 427.218 dan tren prevalensi Hipertensi di Indonesia terus meningkat.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, MKes mengatakan Hipertensi disebut sebagai si pembunuh senyap karena gejalanya sering tanpa keluhan.

Satu-satunya cara untuk mencegahnya menurut dr. Anung, adalah cek tekanan darah. "Hipertensi dapat dicegah dengan memgendalikan perilaku berisiko seperti merokok, kurang konsumsi sayur dan buah serta mengkonsumsi garam berlebih," kata dr. Anung saat konferensi pers Hari Hipertensi Dunia di Kemenkes Jakarta, Jumat (17/5/2019).

dr. Anung menjelaskan Risiko yang tidak dapat dimodifikasi yaitu Umur karena dengan bertambahnya umur/usia risiko terkena Hipertensi menjadi lebih besar.

Pada pria mempunyai risiko 2,3 kali lebih banyak mengalami peningkatan tekanan darah sistolik dibanding wanita, setelah memasuki menopause prevalensi Hipertensi pada wanita meningkat dan setelah usia 65 tahun akibat faktor hormonal pada wanita, kejadian Hipertensi lebih tinggi daripada pria dan ada riwayat keluarga (Genetik).

"Sangat penting menerapkan pola hidup sehat dengan perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres)," tutur dr. Anung.

dr. Anung mengatakan pemerintah melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Harapannya, seluruh komponen bangsa dengan sadar mau membudayakan perilaku hidup sehat dimulai dari keluarga.

Germas dilakukan dengan melakukan aktifitas fisik, menerapkan perilaku hidup sehat, konsumsi pangan sehat dan bergizi, melakukan pencegahan dan deteksi dini penyakit, meningkatkan kualitas lingkungan menjadi lebih baik, dan meningkatkan edukasi hidup sehat. (*)

Jurnalis : Ivan Iskandaria (MG-69)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration