Senin, 16 September 2019
Politik

Banyak Petugas KPPS Meninggal, MER-C Sarankan KPU RI Stop Penghitungan Suara

Banyak Petugas KPPS Meninggal, MER-C Sarankan KPU RI Stop Penghitungan Suara Presiden Direktur MER-C, Arif Rahman saat menggelar konfrensi pers di kantor MER-C, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Mei 2019. (FOTO: Edi Junaidi ds/TIMES Indonesia)
Rabu, 15 Mei 2019 - 18:48

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) meminta, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menghentikan penghitungan suara. Hal itu agar tak semakin banyak petugas KPPS dan keamanan yang jatuh sakit atau meninggal.

"Salah satu alasan kita, karena KPU mengabaikan korban jatuh akibat kelelahan. Sebab, kelelahan karena proses penghitungan suara maka logikanya proses penghitungan disetop, sampai semuanya pulih baru dilanjutkan," kata Presiden Direktur MER-C, Arif Rahman, di kantor MER-C, Jakarta Pusat, Rabu, (15/5/2019).

Menurutnya, kalaupun penghitungan suara tidak disetop maka petugas pemilu harus diganti dengan yang kondisinya lebih fit atau diistirahatkan. 

"Minimal saat ini petugas yang bertugas di lapangan, yang mengalami kelelahan, untuk mengetahui apakah dia kelelahan kan ada pemeriksaannya, ada parameternya," usul Arif.

Dia menambahkan, sangat aneh bila sudah diketahui petugas KPPS kelelahan, tapi masih dipaksa bekerja. Ia menyebutnya sebagai pembiaran atau pengabaian.

"Artinya KPU punya target tanggal 22 Mei mereka akan pengumuman. Kita lihat apakah korbannya itu turun atau setop tidak ada lagi penambahan atau kemudian masih naik," tutur Arif.

Arif mengatakan, petugas pemilu yang saat ini belum sakit mungkin bisa sakit nanti setelah 22 Mei 2019. Kalau tidak ada yang meninggal lagi setelah 22 Mei 2019, maka memang terkait dengan lelah pekerjaan. 

"Kalau itu tidak tergantung dari korban tapi tergantung dari responsnya KPU. Artinya KPU-nya memberikan pendampingan pada korban-korban. Apakah ada dari KPU RI atau tidak. Kita lihat setelah tanggal 22 (Mei)," tandas Arif Rahman, Presiden Direktur MER-C. (*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration