Glutera News

Penyebab dan Solusi Mengatasi Ketombe Berdasarkan Jurnal Medis

Penyebab dan Solusi Mengatasi Ketombe Berdasarkan Jurnal Medis Image: Glutera
Rabu, 15 Mei 2019 - 10:53

TIMESINDONESIA, JAKARTAKetombe atau dandruff adalah serpihan kulit kepala berwarna putih atau keabu-abuan. Serpihan ini mudah terlihat di kepala dan berjatuhan ke bahu. Meski ketombe tidak menular dan sangat jarang menjadi penyakit serius, memiliki ketombe di kepala dapat menurunkan rasa percaya diri. Apa penyebab ketombe dan bagaimana mengatasi ketombe dengan tepat?

Ketombe disebabkan oleh pertumbuhan dan kerontokan sel kulit kepala yang terlalu cepat. Diduga hal itu disebabkan oleh gangguan pada kelenjar penghasil minyak di kulit kepala, yang membuatnya terlalu banyak memproduksi minyak kulit.

Gejala Ketombe

Seseorang yang berketombe dapat merasakan gejala berupa kulit kepala bersisik dan terasa gatal. Segera lakukan pemeriksaan langsung ke dokter jika ketombe yang dialami seperti berikut.
• Banyak dan menimbulkan rasa sangat gatal pada kulit kepala.
• Membuat kulit kepala memerah dan bengkak.
• Tidak membaik dalam sebulan meski telah menggunakan sampo antiketombe.
• Menyebar ke area tubuh lain, seperti telinga, alis, hidung, dan cambang.
• Menyebabkan rambut rontok.

Penyebab Ketombe

Tubuh memiliki proses alami untuk merontokkan sel kulit mati pada kulit kepala setelah sel kulit baru terbentuk. Ketombe merupakan dampak dari cepatnya pertumbuhan juga kematian sel-sel tersebut.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya percepatan pertumbuhan dan kematian sel di kulit kepala. Namun, terdapat dugaan bahwa itu disebabkan oleh adanya gangguan pada kelenjar penghasil minyak kulit, yang membuatnya terlalu banyak memproduksi minyak kulit.

Rontoknya sel kulit mati pada kulit kepala yang menimbulkan ketombe juga dapat dipicu oleh faktor lain, seperti berikut ini:

1. Jarang keramas, kulit kepala dan rambut yang kotor, sehingga jamur tumbuh subur.
2. Kurangnya asupan nutri untuk rambut dan kulit kepala, baik nutrisi dari luar (hair tonic), maupun nutrisi dari dalam (protein, zinc, dsb)
3. Menderita tinea capitis, suatu infeksi jamur pada kulit kepala.
4. Menderita eksim atopik, yaitu penyakit yang membuat kulit menjadi kering, gatal, pecah-pecah, dan kemerahan.
5. Mengalami alergi, misalnya karena penggunaan produk perawatan rambut, seperti hairspray atau gel 
6. Malas menyisir rambut
7. Menderita psoriasis, suatu peradangan kronis pada kulit yang membuat kulit terkelupas, menebal, kering, dan bersisik.

Perubahan cuaca dapat berpengaruh pada kondisi kulit kepala dan meningkatkan risiko seseorang berketombe.

Selain cuaca, ketombe juga lebih sering muncul pada kondisi berikut:
• Pria di masa pubertas.
• Rambut berminyak.
• Menderita penyakit yang berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh, seperti HIV.
• Mengonsumsi minuman beralkohol.
• Sering mengonsumsi makanan tinggi gula, pedas, atau yang mengandung banyak garam.
• Kurang memberikan nutrisi pada rambut.
• Kurang mengonsumsi makanan bervitamin B, seperti telur, keju, dan ikan.

Solusi Ketombe

Cara mencegah rambut berketombe, yang paling penting untuk dilakukan adalah menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. Untuk mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala, lakukan hal-hal berikut.

• Memenuhi kebutuhan protein

Penuhi kebutuhan protein karena komposisi utama rambut adalah protein. Sekitar 45 gram protein wajib dikonsumsi setiap harinya untuk mendukung kesehatan rambut. Jika kekurangan, rambut menjadi rapuh dan kusam. Beberapa sumber protein yang bisa dijadikan pilihan adalah daging rendah lemak, daging unggas, ikan, kacang, telur, dan produk susu rendah lemak.

• Memenuhi kebutuhan vitamin B dan D

Vitamin B kompleks selain penting untuk mengatur metabolisme tubuh dan menjaga sistem saraf pusat, juga berguna bagi kesehatan rambut dan kulit kepala. Vitamin ini bisa didapatkan dari biji-bijian, kembang kol, wortel, sayuran berdaun hijau gelap, hati sapi, unggas, telur, kedelai, alpukat, dan kacang-kacangan.

Sementara itu, vitamin D diklaim bisa mengaktifkan kembali folikel rambut yang tidak aktif, meski tidak ada jaminan bahwa folikel selalu menghasilkan rambut. Vitamin D bisa didapatkan dengan mengonsumsi salmon, jamur, biji-bijian, jus jeruk, dan susu rendah lemak yang diperkaya vitamin D.

• Memenuhi kebutuhan zinc

Selain protein dan vitamin, mineral seperti zinc juga dibutuhkan untuk mencegah rambut rontok. Zat ini bisa didapatkan dari kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, dan dari air minum Jika perlu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen yang mengandung zinc.

• Mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3

Asupan omega-3 yang cukup, baik untuk mendukung kesehatan folikel rambut dan merangsang kelenjar minyak. Walau tidak menyebabkan pertumbuhan rambut, omega-3 dipercaya mampu meningkatkan kesehatan kulit kepala. Sumber makanan yang mengandung omega-3 adalah ikan salmon, ikan sarden, yogurt, keju, salad, dan sereal.

• Sedini mungkin menghindari bahan kimia pada cat rambut

Cara menyuburkan rambut yang tak kalah pentingnya adalah dengan menghindari bahan kimia dalam produk perawatan rambut. Cat rambut, bahan pengeriting, dan bahan pelurus rambut adalah produk kosmetik rambut yang biasanya mengandung banyak bahan kimia. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mencuci rambut setelah berenang karena bahan klorin dalam air kolam bisa merusak rambut. Kenakan topi saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi rambut dari sengatan sinar matahari.

• Rutin keramas dan menggunakan hair tonic serum

Manfaat dari penggunaan hair tonic adalah menyuburkan rambut. Jika Anda memiliki rambut tipis, hair tonic merupakan produk perawatan rambut yang tepat untuk mulai digunakan sehari-hari. Dengan pemakaian rutin, rambut menjadi lebih sehat, lebat, panjang, dan tebal.

Sama seperti serum, hair tonic juga bisa merangsang kinerja sel sehingga rambut cepat tumbuh. Rambut akan lebih cepat tumbuh dengan batang rambut yang lebih sehat. Dengan menggunakan hair tonic, bisa memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan rambut dan kulit kepala. Akar rambut pun menjadi lebih kuat dan rambut lebih lembap. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration