Gaya Hidup

Tips Aman Mengajarkan Anak Puasa Ramadhan

Tips Aman Mengajarkan Anak Puasa Ramadhan ILUSTRASI - Puasa Ramadhan. (FOTO: Uzone.id)
Rabu, 01 Mei 2019 - 05:57

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba dapat menjadi momen yang tepat untuk melatih si kecil berpuasa sejak dini. Bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak puasa Ramadhan?

Melatih anak puasa Ramadhan tidak sama dengan mewajibkan mereka berpuasa. Ajari anak puasa secara bertahap. Selain itu dalam melatih anak puasa, orangtua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan mereka.

Namanya juga melatih anak puasa sejak dini, tentunya balita juga sudah bisa untuk dilatih puasa Ramadhan. Jangan berpikir bahwa puasa mereka seperti puasa yang dilakukan oleh orang dewasa. Namanya juga latihan, tentunya semua hal terkait pengenalan harus dilakukan secara bertahap.

Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh tetapi menunda waktu makan siang mereka saja. Pada tahap awal latihan puasa Ramadhan, jika biasanya anak sarapan sekitar pukul 07.00, Anda dapat memberitahu si kecil untuk menunda sarapan mereka jam 09.00 atau 10.00.

Setelah melakukan sarapan yang tertunda, ajak anak Anda untuk melanjutkan puasanya dengan memperbolehkannya makan lagi pada pukul 15.00, kemudian dilanjutkan lagi hingga maghrib sampai melakukan buka puasa bersama.

Saat puasa, tentunya Anda sekeluarga bangun untuk makan sahur. Anda bisa melatih anak untuk bangun dan ikut makan sahur bersama. 

Jika anak masih belum mampu bertahan, berikan mereka sedikit kelonggaran. Dalam satu bulan, anak mungkin akan melakukan peningkatan ketahanan berapa jam mereka bisa menahan lapar. Bahkan bisa jadi di akhir Ramadhan mereka mampu tidak sarapan hingga jam 12 siang.

Ingat, jika memang mereka sudah tidak kuat puasa Ramadhan, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : The Asian Parent

Komentar

Loading...
Registration