Entertainment

IFI dan Artotel Beach Club Menggelar Konser Kolaborasi Musik Elektronik Prancis dan Indonesia

IFI dan Artotel Beach Club Menggelar Konser Kolaborasi Musik Elektronik Prancis dan Indonesia Para personil grup musik Christine Prancis dan Bottlesmoker  Indonesia, bertempat Artotel Beach Club, Sanur, Denpasar Selatan, Selasa (30/4/2019). (FOTO IST/TIMES Indonesia).
Selasa, 30 April 2019 - 21:44

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Insitut Français d’Indonésie (IFI) dan Alliance Française Bali bekerja sama dengan Artotel Beach Club menggelar konser musik elektronik kolaborasi Prancis dan Indonesia terbuka untuk umum dan gratis.

Kolaborasi konser musik ini akan dilakukan bersama grup musik Christine Prancis dan Bottlesmoker dari Indonesia . Kolaborasi ini ini akan digelar Rabu (1/5/2019) besok, di Artotel Beach Club, Sanur, Denpasar Selatan.

Sebelumnya, kedua grup ini menjalani residensi di Bandung, Jawa Barat pada 21-25 April sebelum memulai tur bersama di Jawa-Bali, IFI Bandung, Rossi Musik Jakarta, Pendopo Budaya Taman Jatim atau Cak Durasim, Boshe VVIP Club Yogyakarta dan Artotel Beach Club Bali.

grup-musik-Christine-Prancis-b.jpg

“Kami mendorong pertemuan seni dan budaya antara Prancis dan Indonesia melalui program residensi dan kolaborasi, baik dalam musik, teater maupun tari. Hal ini membuka ruang pertukaran ide, cara, proses dan pandangan yang akan memberikan pengalaman dan cara berkreasi yang baru bagi kedua pihak," kata Abdramane Kamate selaku Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Selasa (30/4/2019).

Kamate menjelaskan, Alliance Française Bali pusat kebudayaan Prancis di Bali yang saat ini dipimpin oleh Amandine Salmon, sejak didirikan tahun 1989 secara konsisten menyelenggarakan kegiatan kebudayaan yang melibatkan seniman Prancis dan Indonesia. 

"Selain itu, pada bulan April-Mei 2019, secara beruntun Alliance Française Bali menyelenggarakan 3 kegiatan kebudayaan, yaitu Europe on Screen atau  festival sinema Eropa pada tanggal 26-27 April 2019, konser kolaborasi Christine dan Bottlesmoker, dan konser piano klasik Simon Ghraichy di Padma Resort Ubud  pada 8 Mei 2019," ujarnya.

Mengenai grup musik Christine Prancis, semula adalah duo musisi elektronik asal kota Rouen, Prancis. Christine dibentuk pada tahun 2011 dan dikenal melalui penampilan mereka di festival-festival antara lain Découvertes du Printemps de Bourges, Booster, Transmusicales de Rennes dan Détours d’Adami.

Beranggotakan dua orang, Nicolas dan Stéphane, grup Christine menampilkan musik elektro yang dikemas dengan sinegrafi dan permainan video yang apik. 

Sepanjang 2012 sampai 2013, Christine merilis beragam remix hasil kolaborasi dengan musisi mancanegara antara lain rapper Amerika Serikat T LaRock, Atari Teenage Riot, Lydia Lunch, musisi Jerman Boys Noize, dan musisi Rusia Corvad. 

Selain itu, Christine juga merilis dua EP pada tahun 2013, Catharsis dan Death in Wheels. Tahun 2013 juga ditandai dengan pergantian anggota grup, Stephane yang keluar untuk menekuni funk diganti oleh Martin. 

Duo Nicolas dan Martin membentuk perusahaan rekaman mereka sendiri, Mouton Noir Records. Tahun 2016 musik-musik Christine yang menghentak menjadi B.O. dalam film “Sam Was Here” garapan sutradara Christophe Deroo yang ternominasi dalam L’Etrange Festival dan Pifff serta dirilis pada 2017.

 Di saat yang bersamaan Christine merilis album pertama mereka bertajuk Atom From Heart. Tahun 2019, Christine memulai babak baru perjalanan musik dengan anggota tunggal, Nicolas, merilis album kedua Echoes From Dawn.

Terkait konsernya di Indonesia, Nicolas mengatakan, pihaknya akan mengembangkan proyek Christine di negara lain, khususnya di Indonesia. “Saya selalui ingin mengembangkan proyek Christine di negara lain. Saat ini penting sekali untuk berkarya secara global. Saya bermain di Thailand Desember lalu dan sejak itu ratusan orang mengenal dan mengapresiasi karya saya," ujarnya.

"Saya berharap penampilan saya juga dapat diterima dan diapresiasi oleh publik Indonesia. Melalui tur bersama saya ingin menciptakan pertukaran budaya nyata dengan Bottlesmoker dan dengan masyarakat Indonesia secara luas," harapnya.

Sementara tentang grup musik Bottlesmoker beranggotakan dua sahabat, Anggung Suherman atau Angkuy  dan Ryan Adzani  alias Nobie. Bottlesmoker telah mendapat nama di dunia musik internasional.

Mereka tampil antara lain dalam Asian Festival 2010 di Filipina dan memenangi dua penghargaan dari AVIMA Asia Pasific Voice Independent Music Awards (Avima) yaitu juara I kategori best electro atau dance act dan juara III kategori best electro ayu dance song di tahun yang sama. 

Terkait residensi bersama Christine  Angkuy dan Nobie mengatakan, berharap hasil residensi tidak hanya di kota-kota Jawa dan Bali tapi juga di negara lainnya.

“Kami berharap hasil residensi kami tidak hanya dipresentasikan melalui konser di kota-kota di pulau Jawa dan Bali. Namun bisa dilakukan di kota-kota lainnya bahkan hingga ke Prancis. Selain itu juga semoga ini menjadi awal yang baru bagi kami dan Christine untuk membuat album kolaborasi," ujarnya.

Bottlesmoker telah beberapa kali tampil dalam perhelatan seni budaya Prancis di Indonesia, Printemps Français, dan berkolaborasi dengan seniman dan musisi Prancis. 

Pada tahun 2013 Bottlesmoker menjadi penata kreasi musik bagi grup sirkus kontemporer dari Prancis, Chabatz d’Entrar dan pada tahun 2014 menjadi penata musik penampilan kelompok tari kontemporer Prancis, Kubilai Khan Investigation dan tampil bersama musisi elektronik Prancis, Benoit Bottex. 

Selain itu, pada 21 Mei 2016, Bottlesmoker menjadi band pembuka konser musik grup papan atas M83 di Jakarta. Setahun kemudian, Bottlesmoker tampil di ajang musik Transmusicales 2017 di kota Rennes, Prancis dan mendapat perhatian dari kurator musik Olivier Renault yang kemudian memberi ide untuk menyatukan musik elektronik Indonesia dan Prancis. "Di masa depan, kami berharap dapat kolaborasi dengan musisi Nicolas Godin dari grup musik Air, grup musik Polo and Pan dam Jacques Auberger," ujar Angkuy.(*)

Jurnalis : Muhammad Khadafi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Bali

Komentar

Loading...
Registration