Peristiwa - Internasional

Wow! NusaFest 2019 di Kota Wuhan Memukau Pengunjung Asing

Wow! NusaFest 2019 di Kota Wuhan Memukau Pengunjung Asing Pencak Silat salah atraksi yang memukau pengunjung NusaFest 2019 yang digelar PPI Wuhan di Huazhong University of Agricultural, China, Minggu (21/4/2019) (FOTO: PPl Wuhan)
Jum'at, 26 April 2019 - 16:42

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bertepatan dengan Hari Kartini, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Kota Wuhan, China, menggelar Nusantara Festival (NusaFest 2019) di Aula Huazhong University of Agricultural, Minggu (21/4/2019).

NusaFest menjadi perhelatan wajib tahunan yang yang tidak hanya ditunggu warga Indonesia di China tetapi juga oleh warga setempat dan mahasiswa asing yang sedang belajar di China.

Menurut Ketua PPI Wuhan, Habibi Salim, NusaFest menjadi agenda tahunan untuk mempromosikan seni dan kebudayaan Indonesia untuk menarik wisatawan berkunjung ke Indonesia.

"Saat ini China telah menjadi wisatawan terbesar untuk Indonesia. Dengan kegiatan semacam ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia,” tuturnya dalam pernyataan pers yang diterima TIMES Indonesia, Jumat (26/4/2019).

Siti Sahara, mahasiswa S2 Matematika Wuhan University of Technology melaporkan keramahan Indonesia yang santer terdengar itu juga terbukti sangat tampak dari senyum manis tim bazar yang menyuguhkan Mie Aceh, Kerupuk Tempe, Bakwan Spring Rol bumbu kacang, Sate Telur, Soda Gembira dan kopi Indonesia.

Juga dimeriahkan balap kelerang, congklak dan bekel yang membawa diri mengenang masa kanak-kanak serta quize time yang berhadiah kain batik dan pin Wonderful Indonesia. "Kegiatan ini menyatukan Indonesia dan warga asing lainya," kata Siti.

Antusias pengunjung yang ikut dalam quize time, kata Siti, sempat membuat sang pembawa acara, Rick Evan, kebingungan memilih jari-jari yang mengacung manakala diajukan pertanyaan.

“Siapakah nama Presiden Indonesia?" Akhirnya, batik Indonesia bercorak burung merak berlabuh pada seorang pria Afrika yang berhasil menjawab “Joko Widodo” dengan aksen Inggris.

Menurut Siti, daya tarik lainnya adalah saat di pintu masuk aula Huazhong University of Agricultural. Di sana berdiri gagah dua buah “REO” dikiri dan kanan sebagai maskot NusaFest 2019. Pengunjung difoto bersama maskot REO oleh fotografer andal Juwono, mahasiwa tingkat akhir Aplied Economy Wuhan University of Technology.

"REO adalah Reok Ponorogo modifikasi dengan 1 ekor burung merak gagah bersayap 2, dengan motif bulat warna warni berupa angka 0 pada setiap helai ekor berjumlah 9, lambang tahun 2019, dimainkan oleh manusia bertopeng macan dengan 2 taring yang garang, berjambul 1 dengan kostum macan becorak 4 macam, menandakan 21 April, hari dikabarkanya kemegahan dan keberanian Indonesia di dataran China," kata sang desainer ulung sekaligus ketua acara, Pierre Rangga Dirgantara, mahasiwa Master of Art Wuhan University of Technology.Edisi-Jumat-26-April-2019.ok.jpgSementara di antara stan bazar yang paling mencolok adalah milik Kementrian Pariwisata RI yang berperan memeriahkan NusaFest 2019  di Wuhan. Sejumlah rempah khas Indonesia, batik bercorak nan elok, patung wayang golek yang punya cerita terpajang ditemani video menganggumkan dari sejumlah wilayah di negeri.

Misalnya, Sabang Island dengan pantai alaminya, Bangka Belitung dengan pasir putih bak berlian, Jakarta sebagai ibu kota, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok, dan puluhan wonderful Indonesia lainya.

Suasana semakin heboh saat panggung teater menampilkan tarian kontemporer Bali, Warak Dugder, Ratu Jaroeh, Tarian Toraja, Mappadendang, dan Pencak Silat yang di bungkus dengan drama 5 anak muda yang sedang menjelajah Museum Fatahillah.

Namun, beberapa kejadian aneh muncul di tengah mereka yang sedang asyik berfoto ria membawa mereka tersesat ke beberapa kota Indonesia melaui pintu ajaib yang tak sengaja mereka masuki.

“Sungguh pertunjukan yang mempesona. Saya pikir ini sebuah kemampuan yang luarbiasa, membuat penonton larut dengan rasa penasaran yang melompat-lompat ketika satu adegan beralih ke adegan selanjutnya. Sungguh saya berterimakasih karena telah mengundang saya untuk menikmati malam yang begitu indah. Salam hangat dan harapan terbaik untuk event mendatang," ucap Sami, Wakil Presiden Wuhan University International Students Union (WISU). Ucapan senada juga berdatangan dari ratusan tamu undangan yang bergabung dalam grup wechat NusaFest Wuhan 2019.

Aula yang berkapasitas 900 tempat duduk itu dipenuhi kegembiraan. Nama Indonesia lagi-lagi dipekikan ketika seorang wanita salah anggota Pencak Silat mulai menunjukkan kebolehannya dalam bersilat dengan sebilah kayu yang membuatnya terlihat anggun dalam balutan kerudung hitam berseragam pendekar yang perkasa. Decak kagum pun datang dari seorang penonton asal Malaysia bernama Aisya.

Pierre Rangga Dirgantara dalam sambutannya mengatakan, NusaFest bukan hanya kepunyaan orang Indonesia melainkan telah menjadi milik bersama. "Karena semua kita sama-sama merasakan aliran kebahagian dan suka cita yang mendalam saat merasakan sedapnya masakan Indonesia serta keseruan memainkan permainan masa kecil anak Indonesia," ujarnya. Kalimatnya kemudian ditutup, "Kita semua adalah sama dan kita bersaudara." Kita tunggu NusaFest 2019 mendatang, terimakasih PPI Wuhan!.(*)

Jurnalis : Yayat R Cipasang
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration