Glutera News

Suamiku Tak Tertarik Padaku Lagi

Suamiku Tak Tertarik Padaku Lagi Image: Glutera
Jum'at, 26 April 2019 - 07:49

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Seorang klien datang pada konsultan pernikahan yang sangat piawai. Klien berkata bahwa ia telah menikah selama bertahun-tahun, namun akhir-akhir ini suaminya mulai tak tertarik padanya.

“Tapi suami saya tidak tertarik pada saya lagi. Dia sering pulang terlambat dari kantor. Saya tidak tahu pasti, namun dia mungkin sedang menjalin hubungan dengan wanita lain. Saya ingin cerai dengannya,” ceritanya pada konsultan pernikahan.

Konsultan pernikahan ini sangat cerdas. Ia memberikan berbagai masukan untuk klien yang ingin bercerai tersebut.

“Dengar, suami Anda mungkin justru ingin Anda menuntut cerai. Jadi, jika Anda cerai dengan dia, Anda malah melakukan persis apa yang dia inginkan. Dia akan bilang, Yes," katanya pada si klien.

Konsultan memberikan masukan kepada klien dengan cermat. Ia menyarankan sebaiknya klien pergi ke salon kecantikan, nge-gym atau senam, percantik kulit, coba potong rambut yang menarik, beli baju yang bagus dan keren-keren.

"Setelah beberapa lama, coba upayakan apa Anda bisa membuat Suami Anda jatuh cinta lagi pada Anda. Ini mungkin makan waktu beberapa lama, namun ini bisa dilakukan," jelas konsultan pada si klien.

Selain itu jangan lupa, lanjutnya, benar-benar ramah dan bersikap baiklah terhadap suami Anda. Lakukan semua yang bagus-bagus yang dia senangi.
Sebab rencananya adalah ketika dia mulai menyukai Anda lagi, terutama ketika mulai jatuh cinta lagi kepada Anda, saat itu ceraikan dia!

Klien itu berkata, “Oke! Jadi gitu ya!”
Ia mulai berpikir, jika ia menceraikan suaminya ketika si suami itu ingin bercerai, itu malah melakukan persis dengan rencana si suami.

Jadi si istri membeli baju yang bagus-bagus, merias diri mulai ujung rambut hingga ujung kaki, benar-benar ramah dan menyenangkan terhadap suaminya, dan setiap satu atau dua minggu ia menemui konsultannya.

“Jadi, bagaimana perkembangannya?” tanya si konsultan.

“Sesuai rencana! Ia mulai pulang lebih awal,” lapor si istri.

“Bagus! Lanjutkan!” kata si konsultan.

Kemudian selama dua minggu berikutnya, si suami mulai lebih baik terhadapnya, lebih lembut, lebih mencintai si istri.

Sampai suatu ketika, klien itu tidak datang lagi untuk sesi konseling selama sebulan, jadi si konsultan meneleponnya.

“Apa yang terjadi? Anda belum menelepon. Apakah dia jadi lebih baik?” tanya konsultan.

“Oh, iya tentu!" Jawab klien dengan yakin.

"Ia jadi lebih lembut dan sayang kepada Anda?” konsultan kembali bertanya.

“Ya, ya, ya!” jawab klien.

"Apakah dia sudah jatuh cinta kepada Anda? Jika ya, sekarang saatnya menceraikan dia," lanjut konsultan.

"Oh tidaaaaaak! Dia begitu baik dan sayang kepada saya!” jawab klien penuh semangat.

Dan, memang itulah rencana besar jangka panjang untuk mempertahankan pernikahan mereka. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration