Peristiwa - Nasional

Kemenpora RI Ajak Pemuda Tangkal Radikalisme

Kemenpora RI Ajak Pemuda Tangkal Radikalisme Deputi Pengembangan Pemuda, Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh. (FOTO: Kemenpora for TIMES Indonesia).
Kamis, 25 April 2019 - 22:33

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Deputi Pengembangan Pemuda, Kemenpora RI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pemuda memiliki peran signifikan dalam menangkal tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme.

Demikian ia sampaikan Niam Sholeh saat membuka acara Mid-Term Review Workshop of the ASEAN Work Plan on Youth di Hotel Mercure Ancol, Jakarta,, menyusul kasus ledakan bom Sri Lanka yang menimbulkan ratusan korban jiwa sia-sia. Sebelumnya, pembantaian sadis juga terjadi di New Zealand yang dipicu oleh pemahaman radikalisme. 

Karena itu lanjut dia, Indonesia menginisiasi dialog kepemudaan antaragama sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dan memperkuat budaya keberagaman bagi pemuda. 

"Kami ingin memperkuat relasi kepemudaan di ASEAN khususnya penguatan toleransi di kalangan pemuda agar menjadi penangkal tumbuhnya radikalisme atas nama agama, politik, ras atau apa saja yang didasari perbedaan," tutur Asrorun Rabu (24/4/2019) malam.

Menurutnya, hal ini penting dan harus menjadi komitmen semua pihak. Seluruh perwakilan negara ASEAN hadir dalam pertemuan dan workshop yang merupakan program pendampingan kepemudaan antarnegara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Niam yang juga menjabat Chairman ASEAN SOMY, mengajak seluruh delegasi untuk mengucapkan bela sungkawa atas tragedi ekstrimisme atau kekerasan yang terjadi di Sri Lanka dan New Zaeland. Semua peserta diminta untuk mendoakan agar peristiwa intoleransi yang berujung terorisme tidak terjadi lagi. 

"Semoga ini yang terakhir. Kita berharap semua anak muda di dunia khususnya ASEAN harus memperkuat toleransi serta membiasakan menghargai perbedaan. Toleransi adalah kunci perdamaian," papar  Niam.

Dia juga menegaskan bahwa fenomena radikalisme di kalangan pemuda dipicu oleh sentimen atau cara pandang tidak tepat yang mendasarkan atas ras, agama, politik yang tidak bisa menerima perbedaan satu dengan yang lainnya. 

Untuk itu, seluruh negara ASEAN mengirimkan delegasi untuk melakukan evaluasi workshop program pendampingan kepemudaan antarnegara.

Delegasi diutus dari perwakilan kementerian bidang pemuda se-ASEAN, delegasi Indonesia diwakili dari Kemenpora RI. Selain di bidang toleransi dan deradikalisasi, juga ditekankan pendampingan wirausaha muda, kepedulian sosial dan kepemimpinan maupun peningkatan kualitas kompetensi di bidang teknologi sebagai prioritas kerja sama antarnegara. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration