Peristiwa - Daerah

Sembilan Petugas Pemilu 2019 di Kabupaten Madiun Alami Musibah

Sembilan Petugas Pemilu 2019 di Kabupaten Madiun Alami Musibah Petugas PPK Mejayan saat melakukan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019. (Foto: Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)
Selasa, 23 April 2019 - 21:50

TIMESINDONESIA, MADIUN – Sembilan orang petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kabupaten Madiun mengalami musibah. Delapan di antaranya adalah petugas KPPS/PPS mengalami kecelakaan dan sakit serta seorang anggota Linmas meninggal dunia.

Berdasarkan data KPU Kabupaten Madiun, petugas yang mengalami musibah tersebut adalah Agung Prawoto, Sekretaris PPS Desa Palur, Kecamatan Kebonsari mengalami kecelakaan lalu lintas saat sedang mengirim logistik Pemilu 2019 dan menyebabkan patah tulang dirawat di RSUD Dolopo.

Linda Sukraini anggota KPPS Desa Sareng Kecamatan Geger pada 21 April 2019 mengalami keguguran. Diduga lantaran kelelahan dan saat ini masih dirawat di RSUP dr Soedono Kota Madiun.

Rahmah Suciani anggota KPPS Desa/Kecamatan Sawahan, Kab Madiun pada 22 April 2019 dirawat di RSUD Kota Madiun juga akibat kelelahan.

Debby Kurniawan Ketua KPPS Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan dan Sudarmanto Sekretaris PPS Desa Pandean Kecamatan Mejayan menderita sakit dan dirawat di rumah.

Joko Susilo, umur 43 tahun aggota PPS Desa Kresek, Kecamatan Wungu pada 15 April 2019 mengalami kecelakaan saat mendistribusikan logistik pemilu. Dia mengalami patah tulang dan dirawat di RS Paru Dungus, Wungu Kabupaten Madiun.

Nila Ivan anggota KPPS TPS 05 Desa Buduran Kecamatan Wonoasri pada 17 April 2019 juga mengalami kecelakaan tunggal usai mencoblos di TPS terdekat dan hendak kembali bertugas. Dia mengalami gagar otak dan dirawat di RSUD Kabupaten Madiun.

Sedangkan Djuli Saimo umur 62 tahun, petugas linmas di TPS 8 Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo pada 19 April 2019 meninggal dunia di rumah. Diduga Djuli sakit dan meninggal dunia kecapekan setelah bertugas menjaga TPS hingga dini hari.

Ketua KPU Kabupaten Madiun Anwar Sholeh Azarkoni mengaku akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Pemilu 2019. Pihaknya juga akan mendatangkan petugas puskesmas di masing-masing kecamatan untuk mengecek kondisi kesehatan petugas di tingkat PPK yang saat ini sedang melakukan rekapitulasi penghitungan suara.

"Pemkab Madiun juga menyarankan supaya petugas atau panitia pemilu yang sakit untuk dirawat ke RSUD Dolopo atau RSUD Kabupaten Madiun. Biaya pengobatan akan ditanggung pemkab," ujarnya, Selasa (23/4/2019).

Dia juga mengimbau petugas PPK di Kabupaten Madiun yang saat ini masih bertugas melakukan penghitungan suara Pemilu 2019 memperhatikan kondisi fisiknya. Meskipun dikejar batas waktu penghitungan, dia berharap tugas diselesaikan dengan baik tanpa harus memaksakan diri jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Sehingga musibah yang menimpa petugas pemilu tidak terus bertambah. (*)

Jurnalis : Yupi Apridayani
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Madiun

Komentar

Loading...
Registration