Politik

BPN Prabowo-Sandi Apresiasi Masyarakat Ikut Mengumpulkan Form C1 secara Mandiri

BPN Prabowo-Sandi Apresiasi Masyarakat Ikut Mengumpulkan Form C1 secara Mandiri Acara Penyerahan Puluhan Ribu Foto C1 Dari Anak-Anak Muda Anggota Komunitas Relawan Pendukung Prabowo-Sandi (FOTO: BPN Prabowo - Sandi For TIMES Indonesia)
Selasa, 23 April 2019 - 19:48

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN Prabowo-Sandi), Ferry Mursyidan Baldan, mengapresiasi langkah masyarakat yang secara mandiri mengumpulkan form C1 plano.

Ferry menuturkan, bahwa langkah itu dinilai sebagai bagian dari upaya rakyat untuk menjaga Pemilu 2019, agar belangsung jujur dan adil. Hal ini disampaikannya Ferry saat menerima puluhan ribu foto C1 plano dari anak-anak muda anggota komunitas relawan pendukung Prabowo - Sandi.

"Terima kasih atas kepeduliannya. Terima kasih atas peran sertanya. Terima kasih juga atas semangat untuk menjaga pemilu 2019, sebuah pemilu terumit di dunia. Kami membuka diri atas masukan-masukan dari masyarakat," ucap Ferry di Media Center Prabowo - Sandi, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Lebih lanjut, Ferry mengatakan tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam mengawal pemilu. Tidak hanya berhenti menggunakan hak suaranya pada hari pemungutan suara 17 April, masyarakat secara sadar ingin mengawal jalannya penghitungan suara hingga tuntas.

"Pengumpulan C1 adalah bentuk partisipasi yang luar biasa. Emak-emak, anak muda, semuanya ingin memastikan supaya suaranya tidak dibawa lari ataupun dimanipulasi," ungkap Ferry.

Salah satu komunitas relawan yang mengumpulkan foto C1 adalah Gerakan Milenial Indonesia (GMI). Perwakilan GMI, Vinny Nuraini mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua simpul relawan yang bertugas mengumpulkan foto C1 dan memantau situs hitung milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Vinny mengatakan  

"Kami tidak ingin perolehan suara masyarakat diinput secara salah ke website KPU. Kami mengajak seluruh masyarkat Indonesia untuk mengawal C1 kemudian memantau situs hitung KPU dan mendokumentasikannya jika ada kesalahan," ucap Vinny.

Sementara itu, perwakilan komunitas relawan Ruang Sandi Dimas Akbar mengatakan, beberapa waktu ke belakang banyak informasi simpang siur terkait hasil hitung cepat dan perhitungan suara KPU. Karenanya, pihaknya mengumpulkan foto C1 sebagai basis data untuk mengawal perhitungan suara hasil Pemilu 2019.

"Kiita harus kawal form C1 dimana ini akan menjadi sumber data primer dari tangan pertama untuk nanti memverifikasi apakah hasil hitung cepat dan yang ditampilkan oleh wbebsite KPU itu benar atau tidak," kata Dimas. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration