Politik

Gaduh Soal Pilpres 2019, BEM Nusantara Datangi KPU Banyuwangi  

Gaduh Soal Pilpres 2019, BEM Nusantara Datangi KPU Banyuwangi    Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin dan Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Rifqi Nuril Huda (FOTO: Rizki Alfian/TIMESIndonesia)
Selasa, 23 April 2019 - 14:54

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Nusantara) melalui BEM Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU Banyuwangi).

Kedatangan para aktivis kampus ke kantor KPU tersebut, untuk mendukung lembaga penyelenggara Pemilu ini agar tidak takut menghadapi berbagai ancaman dari pihak-pihak yang hendak membuat kegaduhan pasca Pemilu 17 Apil lalu.

Mereka disambut langsung oleh Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin. Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Rifqi Nuril Huda mengatakan, dukungan tersebut dirasa penting agar kinerja KPU, selaku lembaga resmi penyelenggara pemilu tidak terganggu saat menjalankan tugas.

“Sekarang kan sedang proses penghitungan suara, jadi biarkan KPU bekerja dulu secara maksimal. Jangan kemudian diganggu dengan upaya delegitimasi,” ungkap Rifqi yang juga Presiden Mahasiswa BEM Untag 1945 Banyuwangi, Selasa (23/4/2019).

Sementara itu Syamsul Arifin mengaku senang dengan kedatangan para insan akademis yang datang ke kantornya, dia bangga karena banyak dukungan terus mengalir untuk KPU.

“Hal ini membuktikan bahwa demokrasi berjalan dengan baik. Kami yakin semakin banyak dukungan mengalir, maka kinerja KPU akan semakin baik karena banyak yang mengawasi dan mengawal,” ucap Syamsul.

Selain datangi kantor KPU Banyuwangi, mereka juga menyatakan sikap terkait dengan kegaduhan pemilihan umum. Berikut pernyataan sikap BEM Nusantara terkait Pemilu 2019:

1. Menolak segala bentuk upaya delegitimasi hasil pemilu demi kepentingan politik golongan atau kelompok tertentu. 

2. Mengecam seluruh kelompok ataupun golongan yang menebar rasa ketakutan dikalangan masyarakat.

3. Mendesak kepada setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk stop mendeklarasikan diri sebagai pemenang, sampai keluar pernyataan resmi dari KPU. 

4. Mendesak seluruh timses capres dan cawapres untuk mencabut ucapan selamat atas kemenangan presiden sampai keluar pernyataan resmi dari KPU karena dapat membuat suasana tidak kondusif.

5. Meminta capres dan cawapres serta seluruh pendukung untuk menghindari sikap saling menjatuhkan satu sama lain. 

6. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh kelompok atau golongan manapun. 

7. Mengajak seluruh elemen masyarakat  agar sama sama memerangi hoax yang dapat memecah belah bangsa.

8. Mendukung KPU, TNI dan POLRI untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya agar terciptanya pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk, serta mengutamakan azas kejujuran.

9. BEM Nusantara akan selalu menjadi garda terdepan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (*)

Jurnalis : Rizki Alfian
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Loading...
Registration