Peristiwa - Daerah

Ini Maklumat Kebangsaan ICMI Menyikapi Dinamika Politik Pasca Pemilu 2019

Ini Maklumat Kebangsaan ICMI Menyikapi Dinamika Politik Pasca Pemilu 2019 Konferensi pers ICMI pasca pemilu 2019 di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019). (FOTO: Rahmi Yati Abrar/TIMES Indonesia)
Senin, 22 April 2019 - 16:14

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang diketuai oleh Jimly Asshiddiqie, mengeluarkan sejumlah maklumat kebangsaan menyikapi dinamika politik pasca Pemilu 2019.

Adapun maklumat tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) ICMI, Mohammad Jafar Hafsah dalam konferensi pers di kantornya, Jl. Warung Jati Timur, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Menurut Jafar, kehidupan politik saat ini memerlukan perhatian dan sikap yang bijak dari semua kalangan.

Berikut maklumat kebangsaan yang dimaksud:

1. ICMI mengingatkan bahwa pemilihan umum merupakan salah satu wujud pelaksanaan demokrasi yang harus dilaksanakan secara jujur, adil, Iangsung, umum, bebas, rahasia, aman dan damai. Kekuasaan yang diraih melalui pemilihan umum bukanlah komoditas yang diraih dengan menghalalkan segala cara. Melainkan sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

2. ICMI prihatin atas perkembangan politik bangsa saat ini yang mengindikasikan terjadinya kemerosotan kualitas demokrasi, sehingga menjadi kendala bagi berlangsungnya proses konsolidasi demokrasi. Hal ini dapat mengakibatkan rakyat tidak percaya bahwa demokrasi adalah cermin kedaulatan rakyat yang ideal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama bernegara.

3. ICMI mengingatkan kepada pemangku kepentingan pelaksana Pemilu; KPU, BAWASLU, DKPP, TNI/POLRI, MK, agar pelaksanaan pemilu yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah demokrasi tidak terjadi pada pemilu 2019, baik Pemilu Legislasi, maupun Presiden dan Wakil Presiden.

4. ICMI mengharapkan agar Pemilu 2019 dapat menjamin terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang mempunyai legitimasi politik yang kuat dan berfungsi sebagai Pemimpin Bangsa Indonesia yang amanah, jujur, dan adil serta mempunyai komitmen mensejahterakan rakyat menuju terwujudnya Indonesia yang Adil, Makmur, Beradab, dan bermartabat.

5. Kepada semua pimpinan dan elit politik, ICMI menyerukan agar membangun budaya demokrasi yang adil dan beradab dengan menegakkan etika politik, Iebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, serta menghindarkan praktik-praktik politik tidak terpuji yang menghalalkan segala cara. Apabila terjadi sengketa, manfaatkanlah mekanisme hukum untuk melawan ketidakadilan.

6. Agar dapat terciptanya ketenangan, ICMI meminta seluruh komponen bangsa menahan diri dan menunggu hasil perhitungan suara resmi Komisi Pemilihan Umum-real count, tidak membuat kesimpulan final masing-masing, hormati berbagai tahapan Pemilu sesuai ketentuan yang berlaku.

Itulah enam Maklumat Kebangsaan yang disampaikan ICMI dalam menyikapi dinamika politik pasca Pemilu 2019. (*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration