Wisata

Potret Budaya Antri di Malaysia yang Patut Dicontoh

Potret Budaya Antri di Malaysia yang Patut Dicontoh budaya antri di Malaysia, yang patut dicontoh bagi masyarakat Indonesia. (FOTO: Istimewa)
Senin, 22 April 2019 - 12:23

TIMESINDONESIA, MALAYSIA – Pembelajaran disiplin saat berlibur ke luar negeri, bisa didapatkan di Malaysia. Tak perlu jauh-jauh, di Senai International Airport, berhasil menunjukkan kapasitasnya dalam menerapkan kedisiplinan dan budaya antri kepada setiap wisatawan.

Antrian bus misalnya, yang tentu ramai dan memanjang tak bikin 'kapok' para wisatawan untuk berlibur di Negeri Jiran ini.

Wisatawan yang tak biasa disiplin mengantri akan terlihat asing ketika menyelundup tanpa memperhatikan calon penumpang lainnya.

budaya-antri-di-Malaysia2.jpg

Bagi yang terbiasa main asal menyalib, tak akan diizinkan masuk bus oleh supir atau kernetnya. Tak tanggung-tanggung, petugas bus akan menertibkan tanpa ampun. Cukup tegas.

Mislanya, salah satu wisatawan asal Indonesia, Diki Wahyudi mengaku, tingkat kedisiplinan dan kesadaran masyarakat sangat tinggi.

"Ya, budaya disiplin seperti ini perlu dibawa untuk 'oleh-oleh' ke Indonesia," akunya, saat ditanya TIMES Indonesia, yang juga berkunjung ke Malaysia.

Bukan hanya di sekitar Bandara, di Larkin Center pun demikian. Wisatawan sabra antri. Tiket bus diatur dengan cukup ketat. Pemesanan tiket bus harus disiplin termasuk pemberangkatannya. Semua pakai sistem e-Tiket.

Berbeda dengan Abdul Qodir, wisatawan asal Malang, menurut dia Indonesia perlu belajar banyak dari kedisiplinan dan tata kelola administrasi dari negara lain, seperti di Malaysia. Bagaimanapun, kecintaannya kepada Indonesia tak tercecer sedikipun. Tetap cinta NKRI.

"Tetap cinta tanah air. NKRI harga mati. Namun, budaya antri di Malaysia, harus dicontoh, " tegas pria yang akrab disapa Adeng itu. 

Bagi para wisatawan asing terutama untuk berkunjung pertama kali ke Malaysia, jangan lupa untuk disiplin dan sadar budaya antri. Hal itu sangat penting untuk dipahami dan dipelajari serta ditaati saat berada di negeri orang. (*)

Jurnalis : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Loading...
Registration