Peristiwa - Daerah

Senam Berkostum Tradisional dan Aneka Lomba Meriahkan Hari Kartini

Senam Berkostum Tradisional dan Aneka Lomba Meriahkan Hari Kartini Olahraga senam berkostum kebaya dan adat tradisional warga Desa Penaruban dalam rangka Peringatan Hari Kartini (FOTO: Aulia Istiqayana for TIMES Indonesia)
Minggu, 21 April 2019 - 16:56

TIMESINDONESIA, PURBALINGGASenam Aerobic berpakaian kebaya dan adat serta aneka lomba oleh Club Senam Mentari Pagi Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga memeriahkan peringatan Hari Kartini ke-140.

Acara yang cukup menarik perhatian warga ini, berlangsung di jalan kampung dan di halaman rumah warga setempat, Minggu (21/4/2019).

Kepala Desa Penaruban, Siti Syarifah, mengatakan peringatan Hari Kartini dengan senam pagi bersama warga Desa dimaksudkan sebagai salah satu sarana silaturahmi dan membangun pola hidup sehat.

""Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, senam kali ini mengambil tema Sehat, Berbudaya dan Berprestasi. Maka club senam pagi Mentari Pagi berpakaian kebayak dan pakaian adat, supaya ibu-ibu bisa mengenang dan mengambil contoh perjuangan RA Kartini dengan berkiprah untuk memajukan bangsa," ungkapnya.

Ketua Club Senam Mentari Pagi, Lena Eli Yusni, juga mengatakan sedikitnya ada 100 orang lebih yang mengikuti acara senam dalam rangka peringatan Hari Kartini ini.

"Berpakaian kebaya atau tradisional dalam senam aerobik di hari Kartini, selain untuk memeriahkan, juga bertujuan untuk membangkitkan jiwa semangat Kartini dan mencontoh perjuangan Kartini dalam membela kaum wanita," katanya.

Acara senam pagi ini, lanjutnya, sudah berlangsung rutin tiap Minggu pagi. Dan selalu ramai diikuti peserta senam dan pengunjung, karena ada juga para penjual makanan atau minuman dari warga sekitar.

"Kali ini, senam pagi makin meriah. Karena selain peserta senam berkostum kebaya dan adat, juga ada lomba estafet tepung dengan sendok makan dan lomba merias wajah dengan muka tertutup serta banyak juga hadiah dan door prize," ucapnya 

Untuk itu, lanjutnya, kami berharap olah raga senam ini terus berjalan. Karena warga sudah merasakan manfaatnya, yaitu dengan berolahraga badan menjadi sehat.

Sementara itu, salah satu warga, Siti Nurlalely, mengaku senang dan tidak terganggu saat senam dengan berkostum kebaya.

"Menurut saya senam dengan berkostum kebaya atau berbaju adat terasa asyik dan menambah semangat dalam berolahraga, karena nuansanya berbeda," akunya.

Acara olahraga senam berkostum tradisional dan aneka lomba dalam rangka Peringatan Hari Kartini makin ramai, karena tidak hanya diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri saja, tapi juga diikuti oleh bapak-bapak serta anak-anak. (*)

Jurnalis : Edi Siswanto
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : Purbalingga TIMES

Komentar

Loading...
Registration