Peristiwa - Nasional

Tak Hanya Kartini, Empat Tokoh Wanita ini Juga Pejuang Emansipasi Wanita

Tak Hanya Kartini, Empat Tokoh Wanita ini Juga Pejuang Emansipasi Wanita Lukisan Kartini (Foto: Dodo Karundeng/ANTARA)
Minggu, 21 April 2019 - 12:18

TIMESINDONESIA, JAKARTA – RA Kartini dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita, terutama dalam kesetaraan hak perempuan dan pendidikan. Kartini sendiri tak mengenyam pendidikan tinggi, namun ia terus berusaha untuk mendapatkan pengetahuan melalui membaca dan menulis.

Selain Kartini, Indonesia juga memiliki pejuang emansipasi wanita lainnya. Mereka terus memperjuangka  hak perempuan Indonesia. Siapa sajakah mereka?

Dewi Sartika

Dewi Sartika salah satu tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan di Indonesia. Salah satu langkahnya dengan mendirikan 'Saloka Istri' atau sekolah khusus perempuan pada 1904. Tak hanya itu, perempuan kelahiran Bandung ini terus memberikan mengajarkan membaca dan menulis pada warga sekitar.

Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dhien lahir pada tahun 1848, jauh sebelum Kartini lahir. Ia dikenal sebagai pahlawan Indonesia yang turut andil memperjuangkan Indonesia mengusir penjajah. Ia tak segan turun ke medan perang dan mengangkat senjata.

Perempuan asal Aceh ini membuktikan bahwa kaum perempuan juga bisa turut serta berjuang melawan penjajahan. Emansipasi wanita sebenarnya sudah terlihat di jaman ini.

Hj Rangkayo Rasuna Said

Tokoh asal Sumatera Barat ini muncul di jaman pemerintahan Hindia Belanda. Ia pernah menduduki jabatan sebagai anggota DPR-RIS. Dan, sepanjang hidupnya ia terus berusaha memperjuangkan persamaan hak wanita dan pria.

Maria Walanda Maramis

Namanya memang tak begitu dikenal. Namun Maria Walanda Maramis merupakan salah satu tokoh perempuan Indonesia yang sangat memperjuangkan hak perempuan untuk turut bersuara dan berpendapat saat di lembaga pemerintahan. Impiaan utama dari tokoh perempuan asal Sulawesi Utara ini adalah pemberdayaan perempuan baik dalam bidang pendidikan kesehatan dan politik.

Ternyata Indonesia memiliki pejuang emansipasi wanita selain Kartini ya. Kita harus menghormati dan selalu mengenang perjuangan semua pahlawan bangsa.(*)

Jurnalis : Tria Adha
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration