Peristiwa - Nasional

Salah Input Data C1, Kubu Duet Prabowo-Sandi Resmi Perkarakan KPU RI

Salah Input Data C1, Kubu Duet Prabowo-Sandi Resmi Perkarakan KPU RI Ketua Advokasi dan Hukum BPP duet Prabowo-Sandi, Yupen Hadi (FOTO: Ardito Ramadhan/Kompas)
Sabtu, 20 April 2019 - 23:26

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Badan Pemenangan Provinsi (BPP) duet Prabowo-Sandi DKI Jakarta melaporkan KPU RI, KPU Jakarta Timur dan petugas yang diduga telah melakukan kesalahan input data C1 di situs Situng KPU RI ke Bawaslu DKI Jakarta.

Ketua Advokasi dan Hukum BPP duet Prabowo-Sandi, Yupen Hadi, mengatakan mereka menolak pernyataan yang disampaikan KPU RI bahwa kesalahan input data itu adalah kesalahan manusia.

"Kami menolak dalil yang disampaikan KPU bahwa ini adalah human error. Karena kami menolak dalil itu makanya kami melaporkan ke Bawaslu untuk diperiksa apakah ini adalah human error atau ada unsur kesengajaan," ujarnya, Sabtu (20/4/2019).

Dia mengungkapkan, ada lima daerah dengan pola yang sama, yaitu penambahan suara terhadap pasangan calon 01 dan pengurangan terhadap pasangan calon 02. Hal itulah yang menjadi dasar pelaporan BPP duet Prabowo-Sandi ke Bawaslu DKI Jakarta.

Dalam laporannya, Yupen membawa beberapa alat bukti berupa dokumen termasuk di antaranya C1, tangkap layar website Situng yang menampilkan kesalahan, dan kliping berita dari beberapa media yang judulnya KPU RI mengakui ada kesalahan input data.

Ia meminta Bawaslu RI sebagai lembaga yang berkompeten untuk melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah betul-betul kesalahan manusia atau modus lain.

"Berikan kepastian kepada kami bahwa itu bukan kecurangan, itu betul betul human error, kami tidak bisa percaya sepenuhnya hanya kepada KPU, tapi harus dari Bawaslu," jelasnya.

Laporan  BPP duet Prabowo-Sandi DKI Jakarta terhadap KPU RI, dan KPU Jakarta terkait salah input data C1 hasil Pemilu 2019 ini telah diterima oleh Sentra Gakumdu Bawaslu DKI Jakarta dengan nomor laporan 017/LP/PP/Prov/12.00/IV/2019. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration