Politik

BPN Laporkan Indikasi Kecurangan Pemilu 2019 ke Bawaslu RI dan KPU RI

BPN Laporkan Indikasi Kecurangan Pemilu 2019 ke Bawaslu RI dan KPU RI Konferenai Pers BPN Prabowo - Sandi (FOTO: BPN For TIMES Indonesia)
Sabtu, 20 April 2019 - 22:24

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah melaporkan indikasi kecurangan yang terjadi dalam Pemilu 2019 kepada Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu RI) dan Komisi Pemilihan Umum RI (KPU RI).

BPN Prabowo-Sandi menengarai ada sekitar 1.200 temuan kecurangan di berbagai wilayah. 

"Data yang sudah masuk ada 1.200 kasus yang mencerminkan indikasi kecurangan. Ini kami laporkan ke Bawaslu dan pihak-pihak lain," kata Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 April 2019.

Lebih lanjut, Hasim memuturkan dugaan kecurangan di tingkat TPS terjadi saat proses pemungutan hingga perhitungan suara.

"Ada kertas suara digotong ke tempat yang tidak representatif, ada petugas KPPS nyoblos sendiri kertas suara hingga muncul angka yang fantastis," jelas Hashim. 

Oleh sebabnya, Hashim bersama BPN Prabowo-Sandi mendorong KPU RI dan Bawaslu RI untuk ambil langkah tegas untuk menciptakan pemilihan yang jujur dan adil.

"Kami menghargai segala kerja keras yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu. Kami yakin KPU dan Bawaslu terdiri dari orang-orang yang bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara, serta menjunjung tinggi sumpah jabatan untuk menegakkan demokrasi di Indonesia," ucap Hashim.

Sementara itu Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said mengatakan dugaan kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019 sangat menghawatirkan. Menurutnya kecurangan bisa membahayakan demokrasi. "Jadi kecurangan ini menjadi warning, bahwa jangan sampai bangsa ini jatuh kepada proses menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan," kata Sudirman. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration