Kuliner

Sate Gebug, Kuliner Legendaris Kota Malang Sajikan Kolaborasi Resep Solo dan Malangan

Sate Gebug, Kuliner Legendaris Kota Malang Sajikan Kolaborasi Resep Solo dan Malangan Sate Gebug 1920
Sabtu, 20 April 2019 - 11:54

TIMESINDONESIA, MALANGSate Gebug salah satu kuliner legendaris di Kota Malang Jawa Timur. Dikatakan legendaris sebab sate daging sapi ini sudah ada sejak tahun 1920.

Achmad Kabir, pemilik dan pengelola sate gebug, mengatakan sate gebug sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.  Kakek buyutnya yang bernama Mbah Yahmun beserta istrinya Mbah Karbo Ati membuka warung sate dibangunan bekas pabrik es.

Sate-Gebug-Malang3.jpg

"Kakek buyut saya berjualan sejak pemerintahan Hindia Belanda, bangunan ini dulunya bekas pabrik es, setelah dibeli kekek buyut akhirnya difungsikan menjadi warung ini," jelas Kabir.

Ia mengisahkan keistimewaan sate gebug tersebut merupakan perpaduan resep Solo dan Malangan. "Kakek Yahmun aslinya Malang, tapi kalau Mbah Karbo Ati aslinya Pasuruan, namun sempat tinggal di Solo. Dari situ Mbah terinspirasi ide membuat sate mirip sate buntel di Solo, tapi kalau ini pakai daging sapi bukan kambing, dengan kolaborasi bumbu ala Solo dan Malang," bebernya.

Sate-Gebug-Malang2.jpg

Dinamakan sate gebug sebab cara pengolahan sate ini di gebug atau dipukul dahulu sebelum dibakar. Tujuannya agar daging empuk. 

Sate gebug ini dibandrol dengan harga Rp 25 ribu per porsi, jika daging berlemak harganya menjadi Rp 30 ribu. 

Selain sate gebug, di warung ini Anda juga dapat menikmati sajian lainnya. Seperti sayur sop, soto, rawon, mendol (olahan tempe berbumbu khas Malang).

Tak hanya satenya yang legendaris, namun juga konsep warung yang tetap mempertahankan dekorasi lawas. 

Penasaran mencicipi? Langsung saja ke warung Sate Gebug di Jl. Basuki Rachmat, Klojen, tepatnya di sebelah Mc Donnald’s Kayutangan. Anda bisa mencicipi kuliner legendaris Kota Malang ini antara jam 08:00 sampai 16:30 WIB. Khusus hari Jumat libur. (*)

Jurnalis : Dhina Chahyanti
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Loading...
Registration