Peristiwa - Daerah

Ini Bantahan Waketum DPP PAN Terkait Klaim Kemenangan Prabowo

Ini Bantahan Waketum DPP PAN Terkait Klaim Kemenangan Prabowo Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (Waketum DPP PAN), Bima Arya Sugiarto (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 19 April 2019 - 18:33

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (Waketum PAN) Bima Arya Sugiarto menanggapi Prabowo terkait kecurigaannya terhadap hasil hitung cepat alias quick count Pilpres 2019 sejumlah lembaga survei.

Kubu Prabowo menilai hasil hitung cepat lembaga survei yang memenangkan duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin adalah manipulasi.

"Semua ada ilmunya, ada penjelasannya secara statistik. Kalau ada yang bilang itu manipulasi tak mungkin. Sepanjang sejarah Indonesia dan dunia tidak pernah ada sebegitu masif," kata Bima di Bogor, Kamis (18/4/2019), seperti dikutip Antara.

Sebagai orang yang telah berpengalaman dalam dunia survei, Bima juga menyoroti tingkat akurasi dari exit poll di 5.000 TPS yang dijadikan landasan duet Prabowo -Sandi dalam klaim kemenangan.

"Ini bukan soal kuantitatif banyaknya responden, tapi lebih ke metodologi tepat atau tidak. Jadi kalau melenceng, semua pasti akan sama hasilnya (melenceng)," tegas Bima.

Saat membuat pernyataan klaim kemenangan, Prabowo berlandaskan pada keunggulan 55,4 persen hasil data exit poll dari 5.000 TPS.

"Hasil exit poll di 5.000 TPS menunjukkan kita menang 55,4 persen, dan hasil quick count tadi saya sebut kita menang 52,2 persen," ujar Prabowo saat deklarasi kemenangan di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu sore (17/4/2019).

Klaim sepihak Ketum Gerindra ini berbanding terbalik dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei sebagaimana ditayangkan berbagai media massa.

Waketum PAN, Bima Arya, yang merupakan pendiri Lembaga Survei Charta Politika ini menegaskan, hitung cepat atau quick count Pilpres 2019 yang dilakukan lembaga survei ada ilmu dan penjelasan secara statistik dan tidak dimanipulasi. (*)

Jurnalis : Ainul Yaqin (MG-86)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration