Politik

Stop Bohongi Rakyat, Relawan Jokowi: Penghitungan Suara Berlangsung Transparan

Stop Bohongi Rakyat, Relawan Jokowi: Penghitungan Suara Berlangsung Transparan ILUSTRASI: Penghitungan Surat Suara. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 19 April 2019 - 17:55

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Relawan pasangan duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin menegaskan, semua data terkait penghitungan suara sudah dibuka secara transparan mulai tingkat TPS. Karena itu, mereka mendesak, upaya membohongi rakyat terkait hasil Pilpres 2019 segera dihentikan. 

Menurut Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sihol Manulang mengatakan, selesai penghitungan suara di TPS telah dicatat dalam formulir C1 dan C1 Plano. Setiap orang bisa melihat, mencatat, dan mendokumentasikan hasil rekapitulasi suara Pilpres tersebut. 

"Kalau ada yang salah, itu pasti langsung ketahuan. Pelaku manipulasi pun bisa dihukum. Jadi, hentikan segala cara dan upaya yang membohongi, bahkan menipu rakyat. Semua data transparan dan bisa diadu validitasnya," ujar Sihol Manulang di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Tetapi, jika kubu duet Prabowo - Sandi tetap bersikukuh menyatakan kemenangan, dan memiliki data valid, pihaknya mempersilahkan untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), sebagai lembaga yang dimandatkan dalam menyelesaikan sengketa Pemilu.

Sementara itu, Ketua Umum Pos Raya Ferdi Semaun mengatakan, Pileg dan Pilpres serentak merupakan sejarah bagi demokrasi di Indonesia. Selain pertama kali diterapkan, harus disyukuri prosesnya secara umum berlangsung aman, tertib, lancar dan damai.

"Jangan nodai torehan tinta emas demokrasi ini. Prabowo jangan mengulang-ulang drama yang makin menjatuhkan wibawanya," harap Ferdi.

Relawan lainnya, Kelik Wirawan dari Galang Kemajuan (GK) Jokowi menambahkan, publik untuk sementara waktu bisa mengetahui kemungkinan hasil akhir Pileg dan Pilpres melalui quick count berbagai lembaga survei maupun real count KPU.

Sedangkan penghitungan dan rekapitulasi manual KPU yang sedang berjalan, harus ditunggu sampai selesai dan ditetapkan hasilnya paling lambat pada 22 Mei mendatang. 

Namun Kelik menilai kubu 02, tak sabar untuk menunggu hasil KPU. "Sepertinya kubu Prabowo-Sandi kehilangan kesabaran sampai harus deklarasi kemenangan," tandas Kelik sembari meminta kubu 02 menghentikan upaya membohongi rakyat terkait hasil Pilpres 2019, karena penghitungan suara sudah dilakukan secara transparan. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration