Kamis, 19 September 2019
Politik

Salah Input C1, Kubu Duet Prabowo-Sandi akan Pidanakan KPU

Salah Input C1, Kubu Duet Prabowo-Sandi akan Pidanakan KPU Ketua BPP Prabowo-Sandi DKI Jakarta, Muhammad Taufik. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 19 April 2019 - 17:22

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kasus salah input data form C1, di TPS 93, Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, berbuntut panjang. Badan Pemenangan Provinsi (BPP) duet Prabowo-Sandi, DKI akan melaporakn KPU RI dan KPU Jakarta Timur, ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). 

Menurut Ketua BPP Prabowo-Sandi DKI Jakarta, Muhammad Taufik, kasus salah input data C1 ini sangat tidak wajar. Bahkan, terlihat jelas unsur kesengajaan untuk mengurangi hasil suara pasangan duet Prabowo-Sandi.

"Masa, dalam scan C1 yang diunggah, suara Jokowi-Ma'ruf 47, sementara Prabowo-Sandiaga 162 suara. Tapi, data yang diinput KPU, suara Jokowi-Ma'ruf naik menjadi 180, untuk Prabowo-Sandiaga menyusut jadi 56 suara. Ini namanya pelanggaran Pemilu. Kami, akan laporkan ke DKPP dan polisi," tegas Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusa, (19/4/2019).

CEO Seknas Prabowo-Sandi itu menegaskan, cara-cara membolak-balikan data iput merupakan cara kotor yang merugikan pasangan nomor urut 02. Semestinya, KPU sebagai penyelenggara pemilu berada di tengah atau tak boleh memihak. Baginya, ini jelas pelanggaran yang tak bisa ditolerir. 

Menurut ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta itu, jika tidak tekahuan maka KPU berhasil melakukan mark up suara untuk pasangan 01.  

"Sangat berani ini KPU melakukannya. Bagi saya, ini tak bisa diterima begitu saja, alasan salah input data form C1. Ini kesengajaan. Kami, akan laporkan ke DKPP dan pidanakan,"  tandas Muhammad Taufik, Ketua BPP duet Prabowo-Sandi, DKI Jakarta. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration