Peristiwa - Daerah

Pengawas TPS di Bondowoso Dipukul Saksi Partai, Ini Kronologinya

Pengawas TPS di Bondowoso Dipukul Saksi Partai, Ini Kronologinya Korban pemukulan Pengawas TPS oleh salah seorang Saksi Partai di Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso Jawa Timur (FOTO: Istimewa)
Rabu, 17 April 2019 - 18:06

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Kekerasan terjadi dalam pemungutan suara Pemilu 2019, di Kecamatan Sukosari Bondowoso Jawa Timur. Akibatnya, seorang Pengawas TPS mengalami luka-luka karena dipukul oleh salah seorang saksi partai.

Kejadian tersebut terjadi di TPS 13 Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Bondowoso, Rabu (17/4/2019). Sementara korban adalah Ahmad Baihaqi, seorang pengawas yang memang bertugas di TPS tersebut, untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan suara.

Tak hanya itu, seorang saksi partai lainnya yang berusaha melerai kejadian juga mengalami luka karena dipukul. Keduanya lantas dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.

Berdasarkan informasi yang diterima, kronologi kejadian itu, bermula saat seorang warga setempat yang juga saksi bernama Joko, hendak membantu seorang pemilih berkebutuhan khusus yang akan mencoblos.

Sesuai ketentuan, pendamping terlebih dulu harus mengisi formulir C3. Namun saat pengawas TPS, dalam hal ini Ahmad Baihaqi, meminta pendamping untuk mengisi, pendamping tak mau. Malah justru memukul pengawas tersebut.

Tak cukup sampai di situ, salah seorang saksi partai lain yang hendak melerai pemukulan tersebut juga tak luput dari sasaran pemukulan dari pelaku.

Ketua Bawaslu Bondowoso, Muhammad Makhsun mengutuk keras kejadian tersebut. Sebab sesuai dengan kesepatan semua pihak secara nasional, bagaimana pesta demokrasi ini dilakukan dengan damai.

"Kami langsung melimpahkan kejadian tersebut ke Kepolisian. Biar mereka yang menanganinya. Apapun hasilnya," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (17/4/2019).

Menurutnya, kejadian semacam itu, yakni perlakuan tak manusiawi kepada Pengawas TPS, justru dapat mencederai pelaksanaan pesta demokrasi, atau Pemilu yang mestinya dilaksanakan secara damai.(*)

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Loading...
Registration