Peristiwa - Daerah

TPS Bhinneka Tunggal Ika di RW VIII Rungkut Mapan Barat Surabaya

TPS Bhinneka Tunggal Ika di RW VIII Rungkut Mapan Barat Surabaya Foto : TPS Bhinneka Tunggal Ika di Perumahan RW VIII Rungkut Mapan Barat Surabaya menghadirkan keberagaman dalam persatuan, Rabu (17/4/2019).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Rabu, 17 April 2019 - 13:32

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Rukun Warga (RW) VIII Perumahan Rungkut Mapan Barat Surabaya menggelar Pemilihan Umum 2019 dengan tema TPS Bhinneka Tunggal Ika, Rabu (17/4/2019). Tema tersebut dipilih sesuai dengan visi RW VIII ‘Kebersamaan Itu Indah’.

“Warga kami sangat beragam, mulai dari Jawa, Madura, Bali, dan 80 persen warga Tionghoa. Visi kami mempersatukan itu semua,” terang Wahyu P Kuswanda, Ketua RW VIII Rungkut Mapan Barat (RMB).

tps-bhineka-a.jpg

RW VIII Rungkut Mapan Barat memiliki empat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Setiap Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengusung tema beragam. 

Petugas KPPS TPS 27 memakai pakaian etnik Tionghoa, TPS 28 pakaian etnik Jawa, TPS 29 menampilkan pakaian etnik Bali, dan TPS 26 mengusung pakaian etnik Madura.

Wahyu menjelaskan, bahwa usai melalui kampanye yang berlangsung memanas ini, pesta demokrasi menjadi momentum untuk mengingatkan warga meski berbeda pilihan kita tetap satu Bangsa.

Pesta demokrasi digelar semeriah mungkin. Selain kesempatan memilih, juga disajikan hiburan electone bagi warga.

“Guna mendinginkan suasana kita buat pesta rakyat semeriah mungkin semua untuk menarik warga pemilih agar datang, dan target kami tingkat ke pemilihan warga lebih dari 81 persen,” kata Wahyu.

Pemilu di RW VIII Rungkut Mapan Barat tersebut menelan biaya hingga Rp 50 juta. Selain dana dari KPU, juga bantuan swadaya warga dan Koperasi RMB. “Kita ingin membantu pemerintah yang penting ini pesta demokrasi kita ingin mensukseskan memaksimalkan tingkat partisipasi setinggi mungkin,” sambungnya.

tps-bhineka-v.jpg

TPS RW VIII Rungkut Mapan Barat terdiri dari 300 pemilih, total keseluruhan 1200 pemilih. Data tersebut meliputi 47 persen laki-laki, 53 persen perempuan dan 41 persen pemilih millenial atau pemula.

Data warga dengan disabilitas meliputi 2 tuna rungu, 2 difabel, dan 1 tuna netra. Mereka mendapat kesempatan terlebih dahulu untuk menentukan hak pilihnya.

Untuk pemilih tuna netra, dilakukan pendampingan setelah menandatangani formulir C3 atau formulir pernyataan pendamping merahasiakan pilihan pemilih di setiap TPS di RW VIII Rungkut Mapan Barat Surabaya.(*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Loading...
Registration