Peristiwa - Daerah

TPS Unik ala Noni Belanda Suku Tengger di Lereng Bromo 

TPS Unik ala Noni Belanda Suku Tengger di Lereng Bromo  Suasana di TPS 005 Sukapura, petugas memakai kostum ala Belanda. (FOTO: Happy L. Tuansyah/TIMES Indonesia)
Rabu, 17 April 2019 - 11:52

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Pesta demokrasi serentak 2019 yang digelar di seluruh Indonesia. Warga Suku Tengger, di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, punya cara unik untuk mendongkrak angka partisipasi Pemilu 2019. Petugas KPPS memakai kostum unik, berpakaian ala noni Belanda, di Gedung bekas milik Belanda yang ada di daerah tersebut.

Guna mendongkrak minat partisipasi masyarakat, petugas TPS 005 di Sukapura, Kabupaten Probolinggo, memakai kostum ala Noni dan Meneer Belanda. Lokasi TPS-nya pun, berada di bangunan bekas pemerintah kolonial Belanda. Namanya wisma Djarum, yang terletak di jalan raya sukapura.

“Jadi, kami sengaja memakai kostum semacam ini, menyesuaikan dengan lokasi TPS yang berada di bangunan bersejarah. Agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan senang,” kata ketua KPPS 005 Sukapura, Sugeng Efendi, Rabu (17/4/2019).

Seluruh petugas KPPS, kompak menggunakan busana mirip Noni-Noni dan meneer Belanda. Suasana TPS 005 pun seolah mengingatkan pada zaman dahulu. Ketika gedung tersebut masih aktif digunakan.

Busana tersebut merupakan hasil patungan petugas, yang disewa dari tempat penyewaan kostum. Di TPS 005 ini, ada sekitar 277 warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap.

Camat Sukapura, Yulius Christian menyebut, penggunaan kostum ala kolonial Belanda ini juga berfungsi untuk memacu semangat warga setempat. Mengingatkan pada perjuangan para pahlawan masa lalu untuk merebut kemerdekaan.

“Dimasa milenial kali ini, semangat tersebut ditunjukkan dengan cara datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. Sebagai bukti nyata menjaga kemerdekaan yang telah diraih para pahlawan bangsa. Khususnya di kawasan Sukapura, Probolinggo maupun di seluruh Nusantara,” tegasnya. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration