Ekonomi

Kelapa Sawit Bisa Bawa Indonesia ke 4 Besar Ekonomi Dunia

Kelapa Sawit Bisa Bawa Indonesia ke 4 Besar Ekonomi Dunia Dirut BPDPKS, Dono Boestami. (FOTO: Rizki Amana/TIMES Indonesia)
Rabu, 17 April 2019 - 08:46

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Masifnya pemberitaan negatif tentang kelapa sawit terlebih pemberitaan oleh media Uni Eropa (UE) baik itu dari sisi perkebunan, produksi dan minyak sangat berdampak buruk bagi perkembangan industri sawit bahkan perekonomian negara Indonesia.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Dono Boestami mengatakan bahwa target Indonesia yang menuju 4 besar perekonomian dunia menjadi sangat tergantung dengan komoditas perkebunan ini. 

"Sawit ini menjadi komoditas terpenting, ada sekitar 10 sampai 15 juta rakyat Indonesia sangat tergantung hidupnya sama sawit. Jadi, ini bukan masalah si kecil dan si pengusaha. Kenapa dukungnya bukan biodisel? bukan gitu semua. Ini karena komoditasnya sangat penting untuk Indonesia. Starategis," ucap Dono dalam Program Pembekalan Journalist Fellowship Gelomba I di Hotel Wyndham Casablanca, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Lebih lanjut, Dono menuturkan bahwa perkebunan kelapa sawit mampu menembus pasar Internasional dengan berbagai komponen-komponen yang dihasilkan oleh sawit. Seperti halnya energi baru terbarukan, Biodiesel B20, minyak goreng dan banyak lainnya. 

Oleh sebab itu, pihaknya sangat optimis dengan adanya keseriusan pemerintah terhadap perkebunan sawit dapat mencapai target Indonesia menuju 4 besar ekonomi dunia. 

"Kemarin debat (Debat Pilpres 2019) terakhir disinggung juga sama bapak Presiden masalah B20. Intinya ini menjadi komoditas sangat strategis untuk Indonesia, untuk kesejahteraan rakyatnya, kemiskinan dan sebagainya," jelasnya. 

Sebagai informasi, Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia mengalami beberapa kejanggalan dalam berita yang disiarkan oleh mayoritas media UE sebagai tujuan memperlambat perkembangan industri Indonesia. Maka darinya, BPDKS dibenruk dengan tujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui industri Sawit. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration