Politik

AS Hikam Ingatkan Penyelenggara Pemilu untuk Evaluasi Kejadian di Malaysia 

AS Hikam Ingatkan Penyelenggara Pemilu untuk Evaluasi Kejadian di Malaysia  Pengamat politik senior, Muhammad AS Hikam. (FOTO: Edi Junaidi ds/TIMES Indonesia)
Selasa, 16 April 2019 - 14:40

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengamat politik senior, Muhammad AS Hikam menyoroti, kejadian surat suara tercoblos di Malaysia merupakan konsekuensi Pemilu yang harus diterima. Meskipun demikian seharusnya para penyelenggara pemilu mempersiapkan antisipasi atas kejadian serupa di tempat lain.

Menurutnya, KPU RI dan Bawaslu RI harus bertanggungjawab atas kejadian tersebut. "Seharusnya mereka melakukan antisipasi secara menyeluruh di setiap TPS tidak hanya di Indonesia melainkan juga di luar negeri," ucapnya, Selasa (16/4/2019).

Mereka harus menjelaskan kepada bangsa Indonesia, sampai masyarakat percaya bahwa kinerja para penyelenggara pemilu betul-betul tampak di masyarakat.

"Pada persoalan menagemen atau pelaksanaan penyelenggaraan pemilu dan segala teknisnya. Ini artinya, yang paling bertanggungjawab adalah para penyelenggara pemilu baik yang ada di pusat maupun yang ada di setempat," kata AS Hikam di Jakarta.

AS Hikam mengimbau seluruh penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu belajar dari kasus di Malaysia tersebut segera melakukan antisipasi secara menyeluruh di tanah air. Apalagi di luar negri yang tingkat pemilih nya masih belum diketahui.

Karena, jika hal demikian terus menerus dibiarkan sampai hari pencoblosan. Maka bukan hanya ribut-ribut soal surat suara di Malaysia yang akan ramai. Tapi bisa dimungkinkan juga akan ada kerusuhan Pemilu susulan dari tempat lain.

"Sebab tidak semua yang ada di luar negri itu terjadi seperti yang ada di Sidney atau yang terjadi di Malaysia dan lain sebagainya. Ada daerah-daerah sangat bagus, artinya management di daerah-daerah ini harus ditata ulang sebelum pencoblosan berlangsung. Saya tidak menebak apa yang akan terjadi dalam pemilu kita kalau kejadian di Malaysia itu tidak dievaluasi," tegas Muhammad AS Hikam. (*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration