Minggu, 21 April 2019
Politik

Soal Kecurangan Pemilu Di Malaysia, TKN: Penyelenggara Pemilu Teledor

Soal Kecurangan Pemilu Di Malaysia, TKN: Penyelenggara Pemilu Teledor Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Duet Jokowi-Ma’ruf Amin, M. Lukman Edy (foto: Edi Junaidi ds/TIMES Indonesia)
Senin, 15 April 2019 - 22:53

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin, M. Lukman Edy menilai kejadian kecurangan pemilu di Malaysia atas dugaan surat suara tercoblos adalah buah keteledoran penyelenggara pemilu yang tidak antisipatif.

Menurut Lukman, KPU RI dan Bawaslu RI tidak bisa mengelak atas kejadian yang sudah terlanjur viral tersebut. Walaupun kebenarannya masih belum seratus persen diketahui, maka tentu, itu semua adalah bagian dari kecelakaan bagi pemilu serentak 2019.

Dia juga, juga menyoroti alasan mengapa kejadian itu bisa terjadi. Dimungkinkan itu semua terjadi akibat tidak terduganya jumlah pemilih yang kali ini begitu antusias dalam mengitu pemilu yang berbeda dengan pemilu sebelumnya.

"Kemudian yang kedua soal pemilu luar negeri yang viral di media sosial. Cukup banyak permasalahan saya kira menjadi catatan penting bagi perbaikan ke depan karena pemilih pemilih diluar negeri tidak terprediksi begitu banyak semangat nya begitu tinggi sementara penyelenggara pemilu tidak melakukan antisipasi," kata M. Lukman Hakim Edy di Ammarin Restauran, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Selain itu, menurut Lukman, hal itu juga bukan cuma diakibatkan oleh beberapa faktor tadi. Namun, juga diakibatkan oleh pengalaman Indonesia yang baru pertama kali menyelenggarakan pemilu serentak.

Menurutnya, banyak dinamika yang terjadi dalam pemilu 2019. Sehingga wajar saja terjadi banyak hal yang tidak disangka-sangka terhadap para penyelenggara pemilu.

Namun, di luar itu semua, Lukman juga mensyukuri atas penyelenggaraan pemilu serentak ini, karena kalau pemilu kali ini sukses. Maka Indonesia akan menjadi satu-satunya objek negara yang berhasil menyelenggarakan pemilu serentak pertama di seluruh Indonesia.

"Perbedaan dengan pemilu sebelumnya sangat banyak gitu ya, keserentakan nya kemudian soal penegakan hukumnya kemudian soal teknis kampanye nya semua nya berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Jadi kalau misalnya pemilu 2019 ini kita berhasil maka ini akan menjadi contoh bagi dunia menjadi contoh bagi negara-negara yang sedang membangun demokrasi nya dan menurut saya akan menjadi kajian yang menarik bagi para peneliti peneliti kepemiluan di seluruh dunia," tandas Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin ini.(*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration