Minggu, 21 April 2019
Peristiwa - Daerah

Ribuan Pemuda Muhammadiyah Banyumas, Siap Amankan TPS Pemilu 2019

Ribuan Pemuda Muhammadiyah Banyumas, Siap Amankan TPS Pemilu 2019 Pemuda Muhammadiyah Banyumas (FOTO: Dok. Tegar for TIMES Indonesia)
Senin, 15 April 2019 - 22:37

TIMESINDONESIA, BANYUMAS – Sedikitnya 3.500 Pemuda Muhammadiyah dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kabupaten Banyumas, siap ikut berpartisipasi mengamankan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019.

“Sebanyak 3.500 pemuda Muhammadiyah dan Kokam akan kita turunkan untuk memantau kondisi TPS saat pencoblosan. Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau di luar dugaan, mereka akan turun dengan tidak mengenakan seragam ataupun atribut Muhammadiyah,” kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Banyumas, Nur Fauzi, Senin (15/4/2019).

Para pemuda tersebut, lanjutnya, akan membantu pengamanan pada hari pemungutan suara 27 April 2019 mendatang. Dan mereka mendapat tugas untuk memastikan kondisi TPS dan wilayah di sekitarnya aman dan nyaman.

“Kita ingin berpartisipasi dalam Pemilu 2019, karena ini merupakan momentum demokrasi yang menentukan nasib bangsa ini ke depan. Sehingga harus dipastikan agar semua berjalan damai dan aman, karena itu pemuda Muhammadiyah dan Kokam mengambil peran untuk ikut menjaga kondusifitas wilayah,” jelasnya.

Karena keterbatasan personel, lanjutnya, maka untuk TPS yang berdekatan akan dipantau oleh satu orang. 

"Jumlah personel yang dikerahkan memang belum mencukupi untuk mengawal seluruh TPS. Jumlah TPS di Banyumas mencapai 5.437 lokasi," jelasnya.

Untuk itu, menurutnya, jika menemukan indikasi atau gejolak yang memungkinkan terjadi pelanggaran, Pemuda Muhammadiyah diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang terdekat.

Selama masa tenang, Fauzi mengimbau agar dijadikan sebagai waktu untuk merenung dan memastikan pilihan yang terbaik, dengan mengedepankan hati. Sehingga, masa tenang benar-benar berlangsung tenang dan bisa menjernihkan hati serta pikiran.

Dan masyarakat harus menyadari bahaya money politic, baik bagi si pemberi maupun yang menerimanya. Karena itu, masyarakat Banyumas bisa bersikap cerdas dan bijak, tidak terpengaruh oleh money politic. Sebab, nasib bangsa ini tidak sebanding jika hanya ditukar dengan uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu.

“Mari kita jadikan Pemilu 2019 ini, sebagai pemilu yang bersih dan bermartabat. Caranya adalah, kita gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani. Dan jangan terpengaruh dengan politik uang. Dan kepada peserta pemilu, saya berharap sudah mengantongi mental untuk siap menang dan siap kalah, karena dalam setiap pertarungan pasti ada yang kalah. Dan kita harus dewasa dalam menyikapi kekalahan,” harap Ketua Pemuda Muhammadiyah Banyumas. (*)

Jurnalis : Edi Siswanto
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : Purbalingga TIMES

Komentar

Loading...
Registration