Pendidikan

Kemenristekdikti RI: Pendidikan Kita Baru Berorientasi Pedagogik

Kemenristekdikti RI: Pendidikan Kita Baru Berorientasi Pedagogik Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti. (Foto: Humas SDID Kemenristekdikti)
Senin, 15 April 2019 - 22:05

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Konsentrasi dunia pendidikan di Tanah Air baru sebatas pedagogik yang berorientasi pada mahasiswa. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (Dirjen SDID) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti RI) Ali Ghufron Mukti dalam sebuah seminar internasional di Jakarta

"Kita selama ini baru berorientasi pada pegagogik, fokus pada pembelajaran dan mahasiswa. Tapi tidak memperhatikan bagaimana lulusannya, apakah terserap dunia industri atau tidak, itu tidak diperhatikan," ujar Ghufron, Senin (15/4/2019).

Dia memberi contoh, lulusan keguruan mencapai 250 ribu setiap tahunnya, sedangkan yang terserap hanya 20 persennya. Selama ini, perguruan tinggi membuka program studi baru tanpa memperhatikan penyerapan lulusannya. Oleh karena itu, penyerapan lulusan tersebut juga menjadi pertimbangan penilaian perguruan tinggi.

Ghufron mencontohkan fakultas kedokteran di perguruan tinggi manapun sudah memperhatikan penyerapan lulusan. Oleh karena itu, ada yang namanya kuota untuk masuk ke fakultas kedokteran.

"Dokter itu tidak ada yang nganggur, semuanya langsung terserap di dunia kerja. Hal itu dikarenakan kuotanya sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Ghufron menambahkan, kebutuhan tenaga kerja di bidang maritim sangat banyak, apalagi jika Indonesia menjadi pusat maritim. Mulai dari pelabuhan hingga ke laut, membutuhkan tenaga kerja.

Untuk itu, lanjut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni jenis sumber daya manusia yang dibutuhkan dan juga kompetensi yang diperlukan. 

Dalam waktu dekat Kemenristekdikti RI akan membuat rencana induk SDM di bidang kemaritiman. Rencana induk itu bertujuan membantu perguruan tinggi dalam menentukan program studi bidang kemaritiman. (*)

Jurnalis :
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : Antara News

Komentar

Loading...
Registration