Sabtu, 20 April 2019
Politik

PPLN Sydney Beberkan Penyebab Ricuh saat Coblosan Pemilu 2019

PPLN Sydney Beberkan Penyebab Ricuh saat Coblosan Pemilu 2019 Pemilih memadati lokasi TPS Pemilu 2019 di Sydney, Australia (Foto: istimewa)
Senin, 15 April 2019 - 08:52

TIMESINDONESIA, AUSTRALIA – Sempat terjadi sedikit kericuhan pada proses pencoblosan Pemilu 2019 di Sydney, Australia pada Sabtu (13/4/2019). Dan Panitia Pemilihan Luar Negeri atau PPLN Sydney membeberkan kronologi serta penyebab insiden tersebut.

Insiden tersebut muncul setelah Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditutup saat masih ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang antre untuk mencoblos.

Pihak PPLN Sydney menyebut jika secara umum pemungutan suara untuk pemilih Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) dan Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri (DPTbLN) yang dimulai pukul 08.00-18.00 berjalan lancar. 

TIMES-Indonesia-PPLN-Sydney-02.jpg

Pemilih yang datang ke lokasi TPS mencapai puncaknya menjelang jam 17.00, atau waktu pencoblosan bagi DPKLN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri) atau pemilih yang tidak terdaftar di DPT. Saat pukul 18.00, masih banyak pemilih DPKLN berkumpul di depan pintu masuk lokasi gedung TPS. Panitia pun berusaha memenuhi kapasitas maksimal gedung dengan  pemilih yang datang.

Selanjutnya dengan berbagai pertimbangan dan musyawarah antara PPLN, KPPSLN, Panwaslu, saksi dan pihak keamanan terkait - terutama dengan pertimbangan keamanan gedung dan waktu penggunaan gedung yang terbatas, maka penutupan pintu masuk gedung dilakukan pada pukul 18.00, khususnya pada lokasi TPS yang menyewa gedung. 

TIMES-Indonesia-PPLN-Sydney-03.jpg

Meski demikian, pemilih di luar gedung telah diberi penjelasan bahwa waktu pencoblosan Pemilu 2019 telah berakhir, namun pelayanan masih dilakukan pada pemilih yang sudah masuik dan memenuhi gedung hingga pukul 19.00. Bahkan PPLN Sydney melakukan perpanjangan waktu penggunaan gedung guna menyelesaikan seluruh proses administrasi pemungutan suara. (*)

Jurnalis : Ferry Agusta Satrio
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Dhian Mega

Komentar

Loading...
Registration