Peristiwa - Internasional

Pemilu di Sydney Aman, Konjen Libatkan Pengamanan Kolaborasi

Pemilu di Sydney Aman, Konjen Libatkan Pengamanan Kolaborasi Konsulat Jendral Republik Indonesia di Sydney, Heru Hartanto Subolo memfoto WNI yang selesai melakukan pencolosan Pemilu 2019, Sabtu, (13 April 2019). (FOTO: Istimewa)
Sabtu, 13 April 2019 - 16:41

TIMESINDONESIA, SYDNEY – Konsulat Jendral (Konjen) Republik Indonesia Sydney Heru Hartanto Subolo mengakui bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Sydney Sabtu, 13 April 2019 aman, tertib, dan lancar.

Kondisi tersebut didukung oleh upaya antisipatif pengamanan dengan melibatkan berbagai komponen atau kolaborasi. Yakni dari unsur kepolisian, Petugas Pemilu Luar Negeri (PPLN), Panwaslu LN, dan WNI atau masyararakat sekitar yang saling koordinatif.

Ia mengakui tetap melakukan antisipatif untuk terciptanya keamanan dan kelancaran pelaksanaan pemilu di Sydney.

Pemilu-di-Sydney-2.jpg

Secara internal, lanjut Heru, pihaknya juga membentuk petugas pengamanan dan ketertiban yang melibatkan 15 orang WNI setempat yang mendapatkan pendampingan dari PPLN.

Sementara dari pengamanan juga mendapat dukungan dari Panwaslu Sydney yang menbentuk tim sebanyak 16 orang dibawah koordinasi dengan PPLN. 

Heru  mengaku sangat berterimakasih dengan pasrtipasi masyarakat yang mengajak dan mengimbau agar para pemilih saling menjaga ketertiban dengan tidak membawa atribut tertentu dan senjata tajam ke lokasi TPS. 

Pemilu-di-Sydney-3.jpg

”Indikator keamanan hingga saat ini juga dibuktikan dengan hasil cek kami kepada kepolisian setempat, bahwa tidak ada izin demo di saat pemilu berlangsung,” papar Heru yang juga usai menggunakan hak pilihnya di TPS NSW.

Terkait hasil pencoblosan, menurut Heru, semua hasil kartu suara yang terkumpul dari semua TPS akan disimpan di tempat yang aman oleh PPLN Sydney, dipantau oleh semua unsur keamanan dengan dilengkapi CCTV. Selanjutnya, surat surat suara akan dihitung pada 17 April 2019 tepat pelaksanaan Pemilu 2019 serentak di Indonesia. (*)

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Australia

Komentar

Loading...
Registration