Glutera News Glutera News

Kukus, Rebus, Goreng, dan Bakar, Mana Cara Masak yang Paling Sehat?

Kukus, Rebus, Goreng, dan Bakar, Mana Cara Masak yang Paling Sehat? FOTO: Glutera
Minggu, 24 Maret 2019 - 08:57

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tahukah Anda bahwa cara kita mengolah makanan akan berpengaruh pada kandungan gizi dan kesehatan tubuh? Hal ini dikarenakan ada beberapa makanan seperti sayuran, ketika dimasak dengan suhu tinggi, justru akan mengurangi kandungan gizinya seperti vitamin, folat, dan potassium sebanyak 15 sampai 20 persen. 

Nah, dengan memperhatikan cara memasak, kita bisa menjaga kandungan gizi dan menyerap asupan nutrisi dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh sebab itu, kita harus paham betul bagaimana cara mengolah makanan yang tepat dan sehat. Simak penjelasan berikut ini mengenai beragam cara memasak yang bisa mempengaruhi kandungan gizi dari makanan.

1. Direbus
Merebus makanan adalah cara memasak yang lebih sehat dibanding menggoreng. Asalkan merebus ini tidak dilakukan terlalu lama. Sayuran umumnya mengandung banyak sekali vitamin C. Namun sayangnya, vitamin akan hilang dalam jumlah banyak jika dimasak dalam air yang terlalu panas dan dalam waktu yang lama. Pasalnya, vitamin C mudah larut dalam air dan sensitif terhadap panas. Misalnya ketika Anda memasak brokoli, bayam dan selada, Anda akan kehilangan hingga 50 persen atau lebih kandungan vitamin C dalam sayuran tersebut jika direbus dalam waktu yang lama.

2. Dipanggang
Memanggang adalah salah satu metode memasak yang paling populer karena memberikan kenikmatan rasa yang khas pada makanan. Namun sayangnya, 40 persen dari vitamin B dan mineral yang terkandung pada daging yang dipanggang akan hilang. Selain itu, ada kekhawatiran tentang kandungan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang berpotensi sebagai zat penyebab kanker.

3. Dibakar
Memasak dengan cara dibakar baik dilakukan asal tidak berlebihan. Pasalnya, masakan yang dibakar sampai berwarna kehitaman atau gosong akibat terlalu lama dibakar dapat menyebabkan kanker.

4. Menggunakan microwave
Memasak menggunakan microwave merupakan metode masak yang mudah, aman, dan nyaman. Cara memasak ini lakukan dengan memanfaatkan gelombang mikro. Memasak yang sebentar mampu mengurangi paparan dari panas dan menjaga nutrisi pada makanan.

5. Ditumis
Memasak dengan cara ditumis hanya membutuhkan waktu yang sebentar dan menggunakan sedikit minyak. Secara umum, metode menumis juga termasuk cara sehat untuk menyiapkan makanan karena mampu meningkatkan penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, beberapa senyawa lainnya, dan antioksidan. Jangan lupa gunakan minyak yang sehat seperti minyak zaitun, untuk mencegah kolesterol tinggi akibat minyak goreng biasa.

6. Digoreng
Metode ini juga termasuk metode yang sangat populer karena memang dianggap lebih mudah dan membuat makanan menjadi lebih enak. Namun, tidak semua makanan cocok untuk digoreng. Ketika minyak dipanaskan sampai suhu tinggi dan dalam jangka waktu yang panjang, zat beracun yang disebut aldehid akan terbentuk. Aldehida ini mampu meningkatkan risiko kanker dan penyakit lainnya. 

Jenis minyak, suhu, dan lamanya waktu memasak mempengaruhi jumlah aldehida yang dihasilkan. Minyak yang dipanaskan ulang juga mengalami peningkatan dalam pembentukan aldehida. Jika Anda akan menggoreng makanan, jangan terlalu lama, dan pastikan Anda menggunakan minyak sehat untuk menggoreng.

7. Dikukus
Mengukus adalah salah satu metode memasak terbaik untuk menjaga nutrisi termasuk vitamin yang larut dalam air dan yang sensitif terhadap panas. Menggunakan metode mengukus memang dianggap membuat makanan menjadi hambar. Namun, Anda bisa menambahkan sedikit bumbu masak agar lebih nikmat. Saat mengukus sayuran, sebaiknya sayuran masih tampak hijau dan masih renyah saat digigit.

Selain itu, hindari memotong sayuran terlalu awal sebelum dimasak. Pasalnya, jarak pemotongan dan pemasakan yang terlalu lama juga bisa merusak nilai gizi makanan karena sudah terpapar dari panas, cahaya, dan oksigen yang bisa merusak kandungan vitamin pada buah dan sayuran. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : Glutera News

Komentar

Registration