Glutera News

Nutrisi Penunjang Kulit Agar Berfungsi Lebih Optimal

Nutrisi Penunjang Kulit Agar Berfungsi Lebih Optimal Ilustrasi (Foto: Gluteranews)
Kamis, 21 Maret 2019 - 11:24

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tidak sesederhana tampaknya, anatomi kulit manusia terdiri dari beberapa lapisan dengan fungsinya masing-masing. Agar tetap berfungsi secara optimal, kulit memerlukan asupan nutrisi. Nutrisi kulit ini sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Apa saja nutrisi penunjang kulit? Yuk simak ulasan berikut ini!

Kulit merupakan salah satu organ terbesar pada tubuh manusia yang meliputi hampir seluruh permukaan tubuh. Kulit memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah melindungi otot, tulang dan organ internal. Selain itu, kulit juga berfungsi melindungi tubuh dari kuman, virus, hingga paparan zat kimia, memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit, membantu sintesis vitamin D, dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Meski jarang disadari, kulit merupakan organ dinamis yang terus menerus mengalami perubahan selama seseorang hidup. Lapisan yang ada pada bagian dalam akan menggantikan lapisan luar yang luruh tanpa disadari.

Ketebalan kulit masing-masing orang berbeda, tergantung jenis kelamin, usia, dan juga faktor-faktor lain seperti kondisi medis tertentu. Secara umum, kulit pria lebih tebal dibanding kulit wanita, dan kulit anak-anak lebih tipis dibanding kulit orang dewasa.

Struktur anatomi kulit manusia yang terdiri dari tiga lapisan kulit, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis.

1. Epidermis

Struktur anatomi kulit manusia yang pertama adalah epidermis. Lapisan epidermis tidak memiliki pembuluh darah. Pasokan nutrisi dan pembuangan diperoleh dari lapisan yang lebih dalam, yaitu dermis.

Dalam anatomi kulit, di bagian epidermis juga terdapat sel Langerhans yang berperan sebagai bagian dari sistem imunitas kuilt, dan sel Merkel yang berfungsi membuat kulit sensitif terhadap sentuhan.

2. Dermis

Lapisan kedua dalam struktur anatomi kulit manusia adalah dermis. Dermis berfungsi untuk mendukung epidermis, dan memiliki struktur yang lebih kompleks. Struktur penyusun dermis terdiri dari serat elastis, serat retikular, dan serat kolagen.

Selain itu, dermis juga mengandung pembuluh darah bersama dengan ujung saraf, sistem limfatik, kelenjar keringat dan kelenjar minyak, folikel rambut, jaringan penyambung, dan sel imunitas kulit. Dermis berperan penting dalam menjaga kelenturan kulit dan mempertahankan kondisi kulit tetap prima.

3. Hipodermis

Lapisan ketiga dalam struktur anatomi kulit manusia adalah hipodermis. Hipodermis berada di bawah lapisan dermis dan berfungsi melekatkan kulit  dengan otot atau tulang, menyuplai pembuluh darah, dan mempersarafi kulit. Hipodermis sendiri sebenarnya bukan lagi bagian dari lapisan kulit. Pada lapisan ini, terdapat jaringan lemak yang menjadi bantalan dan isolasi panas tubuh.

Kulit membutuhkan nutrisi agar tetap berfungsi optimal, dan perubahan asupan nutrisi dapat memengaruhi kondisi kulit. Jadi, nutrisi apa yang dapat mendukung kesehatan kulit?

1. Vitamin

Vitamin A akan membantu proses pembentukan keratin di lapisan terluar kulit, mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar UV, dan juga mengurangi kerutan.

Vitamin C sebagai antioksidan akan membantu proses sintesis kolagen dan melindungi kulit dari paparan sinar UV.

Vitamin E membantu kulit menghadapi kerusakan akibat radikal bebas dan melindungi dari paparan sinar matahari.

Vitamin D akan membantu sistem imunitas dan proses perbaikan kulit.

2. Antioksidan

Untuk mengendalikan kerusakan pada kulit yang disebabkan oleh radikal bebas, Anda bisa memasukkan beberapa makanan yang mengandung antioksidan ke dalam menu harian Anda. Banyak jenis buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan, contohnya adalah stroberi, bluberi, bayam, segala jenis paprika.

3. Asam lemak omega-3

Asam lemak Omega-3 juga penting untuk menjaga lapisan luar kulit tetap kuat. Kandungan ini bisa Anda dapatkan dari salmon, sarden, dan kacang kenari.

4. Kolagen

Kolagen berperan besar dalam membuat kulit terlihat awet muda, kenyal dan bebas keriput. Tapi sayangnya, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dapat menurun. Agar jumlah kolagen dalam tubuh tetap terjaga, Anda bisa mendapatkannya melalui makanan, suplemen, atau suntikan.

Menjaga kesehatan kulit tiap lapisan dalam anatomi kulit, dapat dilakukan dengan mencukupi nutrisi penunjang kulit. Sebisa mungkin, hindari paparan sinar matahari langsung dan gunakan tabir surya saat beraktivitas di bawah terik matahari. Konsultasikan dengan dokter kulit, bila mengalami keluhan pada kulit. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration