Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pendidikan

Halaqah Pembelajaran Aswaja di Unisma Malang, Bahas Strategi Pembelajaran Pendidikan Aswaja

Halaqah Pembelajaran Aswaja di Unisma Malang, Bahas Strategi Pembelajaran Pendidikan Aswaja (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Rabu, 20 Maret 2019 - 10:57

TIMESINDONESIA, MALANG – PW LP Ma'arif Jatim bekerjasama dengan Unisma Malang, ISNU, PERGUNU serta beberapa Banom NU lainnya menyelenggarakan Halaqah Pembelajaran Aswaja untuk Guru Aswaja dan ke-NU-an MI/SD, Mts/SMP, MA/SMA/SMK Se- Jawa Timur, Rabu (20/3/2019).

Kegiatan ini mengangkat tema Strategi Pembelajaran Pendidikan Aswaja dan ke-NU-an Era 4.0 dan Masyarakat 5.0 dalam Menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama.

Pembelajaran-Pendidikan-Aswaja-Unisma-Malang2.jpg

Ketua PW LP Ma'arif Jawa timur H. Noor Shodiq Askandar SE., MM menyampaikan kegiatan Halaqah Diniyah Dalam rangka harlah NU ke 96.

Selain kegiatan seminar dilaksanakan pula penandatangan MoU antara Unisma dengan PW LP Ma'arif Jawa Timur

"Hari ini pula akan diperpanjang kerjasama antara PW LP Ma'arif ini nanti akan banyak kesempatan bagi guru LP Ma'arif untuk melanjutkan pendidikan di Unisma dan tentunya dengan persyaratan tertentu," ujarnya.

Ia pun menambahkan dalam waktu dekat akan di lakukan peletakan batu pertama untuk membangun Graha Ma'arif guna meningkatkan kapasitas guru LP Ma'arif

"Dengan peningkatan Sumberdaya Manusia nantinya Lulusan dari sekolah Ma'arif bukan hanya pinter, tapi pinter dan bener," ujarnya

Dirjen Hukum Keagrariaan Kementerian Agraria dan tata ruang Badan Pertanahan Nasional Djamaluddin, S.H M.Hum turut hadir bersama Kakanwil BPN bersama kepala kantor yang ada di wilayah Jawa timur.

Pembelajaran-Pendidikan-Aswaja-Unisma-Malang3.jpg

Djamaluddin menerangkan pentingnya pengamanan tanah wakaf dan pengembangan nilai manfaat aset wakaf membutuhkan kerjasama lintas sektoral dan peran aktif masyarakat, terutama para nazhir wakaf itu sendiri.

Program percepatan sertifikasi tanah wakaf adalah upaya konkrit pemerintah guna mewujudkan tertib hukum di bidang agraria dan perwakafan.

“Harapan kami, semua pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota tidak mengalami kendala apa pun untuk membantu percepatan sertifikasi tanah wakaf di wilayahnya masing-masing, termasuk sertifikasi tanah wakaf untuk masjid, mushola, TPQ serta lembaga pendidikan,” harapnya.

Ia menambahkan, dalam kehidupan bernegara tentunya harus melakukan legalisasi aset. Akan tetapi masih banyak aset di lingkungan NU belum tersertifikatkan.

"Misal tanah telah diwakafkan tapi tidak disertifikatkan, setelah sekian lama ahli waris masih bisa menggugat, untuk menghindari hal ini maka harus di legalisasi aset," terangnya.

Lebih lanjut dalam kesempatan ini Dirjen membagikan Sertifikat Wakaf untuk Kabupaten Malang, Kota Batu serta Kabupaten Gresik yang berjumlah 12 sertifikat

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri M.Si dalam sambutannya menyampaikan Nahdlatul ulama akan besar jika sumber dayanya hebat.

"SDM NU harus unggul bukan untuk menguasai umat tapi untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk umat," ujarnya.

Kata Rektor harus ada persiapan SDM jangan sampai tertinggal karena segala sesuatu kalau ingin membuat perubahan dan pembaharuan pada peradaban

"Modal intelektual didukung manajerial networking modal sosial modal spiritual, ingat modal spiritual tidak boleh di tinggalkan karena ingat modal sosial dan intelektual kurang bermakna jika tidak didukung modal spiritual yang kokoh," jelasnya.

Kegiatan halaqah yang digelar di Unisma Malang ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. KH.Muhamad Nuh, DEA (Ketua PBNU), Rektor Unisma (Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si), Dr. H. Muhibbin Zuhri, M.Ag (Ketua PC NU Kota Surabaya), serta KH.Ma'ruf Chozin (Direktur Aswaja Center  PWNU Jawa Timur). (*)

Jurnalis : Fauziah (CR-057)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Loading...
Registration